Sapri Gumara Buat Terobosan Belajar No Daring

Anggota DPRK Bener Meriah, Safri Gumara, gotong royong bersama para anak-anak mengaktifkan sekolah di kampung masing-masing no daring (SDKMM no daring) di Kampung Linung Bale Tunyang Kecamatan Timang Gajah, Senin (10/8). MASHURI/RAKYAT ACEH

REDELONG (RA)- Berawal dari wujud keprihatinan, anggota DPRK Bener Meriah Safri Gumara kembali membuat terobosan sekolah di kampung masing-masing no daring (SDKMM no daring) agar para anak-anak tetap belajar.

Program SDKMM no daring tersebut, hari ini mulai berjalan di kampung Linung Bale Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, dengan menerapkan protokol kesehatan dan memanfaatkan balai di desa tersebut untuk ruangan belajar.

Kepada Rakyat Aceh, Senin (10/8) Sapri Gumara menyampaikan, kegiatan proses belajar mengajar di kampung Linung Bale Tunyang ini merupakan uji coba dan mendapat dukungan penuh dari pihak kampung serta masyarakat Setempat.

Sebutnya, musibah corona tidak dapat prediksi kapan berakhir dan salah satu yang menjadi dampak saat ini, para anak anak tidak bisa sekolah secara tatap muka sementara sekolah online/daring masih banyak kendala.

Ia menambahkan, kegiatan proses belajar mengajar di sekolah dihentikan guna menghindari kerumanan, sementara para anak di kampung-kampung masih tetap berkerum, sehingga ia berinisitif agar para anak-anak tersebut tetap bersekolah di kampung masing-masing.

“Para anak-anak juga meminta untuk sekolah, sehingga kami melakukan gotong royong dengan anak-anak untuk menata pasilitas milik desa untuk dijadikan tempat belajar dan hari ini sudah mulai dilaksankan,” ungkapnya.

Ketua Partai Demokrat Bener Meriah tersebut menjelaskan program SDKMM No Daring tersebut akan dilanjutkan jika dinilai bermanfaat. “Kita tetap menerapkan protokol kesahatan bahkan kita membuat sekat di setiap bangku guna mencegah penularan covid-19,” terangnya.

Pihaknya juga mengaku memanfaatkan guru honor yang ada di desa tersebut untuk mengajar anak-anak yang ingin bersekolah dengan cara tatap muka. “Kita juga memberikan insentif untuk untuk guru tersebut dan jajan untuk anak-anak,” ujarnya.

Jika program tersebut mendapat dukungan dari semua pihak katanya program tersebut juga akan dilanjutkan ke kampung-kampung lain dan sebaliknya, jika ada yang merasa tidak bermanfaat akan dihentikan.

Menurutnya, belajar melalui daring saat ini masih memiliki kendala yang banyak dan perekonomian masyarakat semakin sulit akibat covid-19. “Kami melihat, sebagaian besar masyarakat tidak mampu untuk membeli hp dan paket data,” ungkapnya.

Untuk itu katanya kegiatan tersebut tidak akan dapat dijalankan jika dilakukan sendiri. “Selain sumbangan pribadi Allhamdulilah, reje sangat serius dan mendukung program ini sehingga mau mengalokasikan dana untuk membayar gaji insentif guru honor yang mangajar serta jajan untuk para-anak,” ujarnya.

Selain itu, Gumara, juga akan merencanakan mengatur waktu agar setiap tingkatan anak dapat balajar. “Untuk tingkat SD akan dibuka pada hari Senin dan Kamis dan tingkatan SMP Selasa dan Jumat serta untuk tingktan SMA Rabu dan Sabtu,” katanya.