Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan memaparkan terkait penempatan personel di posko Covid-19 perbatasan Aceh-Sumut yang akan diperketat saat menggelar temu pers, Rabu (12/8) sore. DEDE-RAKYAT ACEH

Kapolres: Posko Perbatasan Dijaga 60 Personel Setiap Hari

ACEH TAMIANG (RA)-Mulai besok, Kamis (13/8) Posko Covid-19 di Perbatasan Aceh Tamiang dan Langkat, Sumatera Utara akan dijaga ketat oleh personel gabungan. Setiap awak kendaraan maupun penumpang angkutan wajib diperiksa kesehatan terutama yang akan masuk ke Aceh.

Pemeriksaan orang di posko perbatasan Aceh-Sumut ini didominasi personel Polres Aceh Tamiang. Selebihnya dari TNI, Satpol PP dan tenaga kesehatan (Nakes).

“Jadi Posko Perbatasan akan dijaga 60 personel setiap harinya dengan menerapkan tiga sift. Efektifnya tiga sift, tapi tetap ada waktu untuk istirahatnya,” tegas Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan saat temu pers di Workshop BPBD Atam, Rabu (12/8) sore.

Penjagaan di posko perbatasan ini kembali diperketat seiring meningkatnya kasus positif Covid-19, terhitung per 7 Agustus 2020 sebanyak 46 warga Aceh Tamiang terkonfirmasi terpapar virus Corona.

Kapolres juga pernah menyarankan kepada Bupati Aceh Tamiang agar Posko Covid-19 yang ada di Terminal Kota Kualasimpang diaktifkan kembali untuk pemeriksaan warga yang akan keluar Aceh. Namun hal itu masih menjadi pertimbangan kepala daerah.

Ari Lasta menyebut, penjagaan di posko perbatasan tidak hanya menjadi tanggungjawab provinsi. Terkait operasionalnya justru menjadi kewenangan kabupaten/kota yang ada disetiap perbatasan. “Sejauh ini untuk penempatan personel tidak ada kendala apa pun. Jika kekurangan personel bisa saja kita minta back up dari Polda, tapi kita disini masih mampu, jumlah personel cukup,” terang Ari.

Diakui, selama ini petugas di posko perbatasan sering terkecoh oleh aksi awak bus dan penumpang yang turun sebelum posko pemeriksaan Covid-19. Pasalnya, jarak posko dengan pintu gerbang perbatasan Aceh-Sumut sekitar 1 kilometer. Untuk mengatasi itu polisi akan menempatkan petugas di pintu gerbang masuk Aceh. “Perlu juga dikirim petugas mata-mata di wilayah Langkat, agar bus tidak menurunkan penumpang sebelum posko,” ujar Kapolres.

Setiap hari Jumat posko perbatasan akan dijaga pasukan Srikandi terdiri dari unsur Polwan, Kowad dan instansi terkait lainnya. Kaum hawa ini akan berjaga sejak pukul 11.30-14.30 WIB. Ini dilakukan agar petugas pria dapat menunaikan ibadah Salat Jumat. Selain fokus di Posko Covid-19 Perbatasan, akses keluar masuknya orang dari jalur tikus darat maupun perairan juga akan dijaga polisi. Kapolres pun sudah menginstruksikan kepada setiap Polsek memantau jalur tikus tersebut.

“Jalur tikus mana saja yang menjadi akses masuk ke wilayah kita akan dijaga,” pungkas Ari LLasta

Hal senada dikatakan Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita. Pihaknya sudah menginstruksikan ke jajaran bawah yakni Koramil-Koramil terutama yang memiliki wilayah garis pantai.

“Dalam hal ini akan ditindaklanjuti masing-masing Babinsa untuk mengawasi daerah pantai dan jalur tikus yang berpotensi untuk akses masuk selama ini,” tegas Yusuf.

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Aceh Tamiang, Syahri menyatakan, metode pemeriksaan orang di posko perbatasan secara perlahan akan diperbaiki dan evaluasi. Namun dia memastikan penjagaan di posko perbatasan akan lebih ketat dari sebelumnya. Setiap orang yang melintasi posko Covid-19 akan disetop.

“Ada orang yang jalan kaki dan naik sepeda motor tetap dilakukan pemeriksaan. Asal melintas wajib disetop, sesuai perintah Gubernur Aceh minta kepada kabupaten/kota agar penanganan Covid-19 terus ditingkatkan,” kata Syahri.

Konferensi pers ini dihadiri tiga pihak yakni, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan, Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita dan Kalak BPBD Aceh Tamiang, Syahri yang juga Sekretaris Tim Gugus Tugas Covid-19. Tiga pihak ini juga meminta saran dan masukan kepada wartawan karena dianggap lebih mengetahui informasi seputar Covid-19 dilapangan. (mag86)