Jalan Uning-Genting Butuh Perbaikan

Salah satu titik badan jalan nasional di wilayah tengah Aceh yang sangat menganggu penguna jalan dan dikhawatiran akan ada korban jiwa bila tidak diperbaiki cepat. IST/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA)- Jalan nasional SP Uning-Genting Gerbang-Pameu dan Genting Gerbang batas Nagan Raya butuh perhatian serius dari pemerintah. Di beberapa titik ditemukan badan jalan yang amblas.

Kondisi itu mengakibatkan penyempitan badan jalan hingga rawan kecelakaan.
Jalan nasional tersebut seperti di ruas Genting Gerbang perbatasan Nagan Raya kerap menjadi lintasan mobil penumpang jenis L-300 Takengon-Aceh Barat.

Kepala Desa Jerata, Kecamatan Silih Nara, T Hasan Saleh kepada wartawan mengaku, banyak titik di lintas jalan nasional itu ditemukan badan jalan yang amblas. Kendati masih dapat dilewati, namun kondisi tersebut rawan kecelakaan akibat badan jalan yang sempit.

Kondisi itu kata reje, telah berlangsung lama. Kondisi ini semakin diperparah, menurut Hasan, lantaran wilayah tengah Aceh kerap diguyur hujan beberapa hari lalu.

“Ini memang terjadi akibat curah hujan tinggi. Kondisinya harus mendapatkan perhatian serius,” katanya.

Reje Kampung Lut Jaya, Kecamatan Rusip Antara, Abdul Rahman juga menyampaikan hal senada. Ia berharap agar pemerintah pusat segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan, sebelum jatuh korban.

Pimpinan kecamatan Rusip Antara, Iskandar mengaku, sejumlah badan jalan yang amblas itu telah ditangani penangung jawab dengan menimbun tanah dan pemasangan cerucuk. “Penimbunan bersifat sementara, kalau musim hujan tiba bukan tidak mungkin timbunan akan turun,” ujar Iskandar.

Menurut Iskandar, status jalan nasional. “Upaya kita terus berkoordinasi dengan penanggung jawab untuk diperbaiki dan sudah kami koordinasikan,” kata Camat.
PPK 1.5 Wilayah Aceh, Zulhadi, mengaku telah menampung keluhan warga dan penguna jalan dan untuk diusulkan anggaran perbaikan secara permanen kepada pemerintah pusat.

“Itu memang sudah lama tidak ada dana perbaikan, segera akan ami ajukan dalam waktu dekat ini,” kata Zulhadi. (jur/bai)