Kecewa Damkar Tidak Hadir Saat Kebakaran Ratusan Massa Desak Sekda Diberhentikan

Ratusan masa demo DPRK Bener Meriah mengangkat tangan kiri sebagai wujud perlawanan terhadap pemerintah daerah Senin (17/8). MASHURI | RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Ratusan massa mendatangi gedung DPRK Bener Meriah Senin (17/8). Kedatangan mereka untuk menyampaikan kekecewaan tidak adanya mobil pemadam kebakaran (damkar) saat kebakaran di dua desa di Kecamatan Bukit.

Dalam orasinya, massa juga mendesak Sekda Bener Meriah Drs Haili Yoga,M.Si yang juga penanggung jawab anggaran dan BPBD Bener Meriah, diberhentikan dari jabatanya.
Pantauan Rakyat Aceh, sambil meneriakan yel-yel beli-beli damkar baru, massa juga mengangkat tangan kiri secara bersamaan sebagai wujud perlawanan rakyat terhadap pemerintah.

Dalam orasinya, perwakilan aksi Nasri Gayo BM menyampakain, Bupati untuk segera memberhentikan Sekda Bener Meriah selaku penanggung jawab anggran dan BPDBD.
“Jika di sekolah Kalak BPD hanya seperti ketua OSIS yang hanya melaksankan apa yang sudah ditetapkan penanggung jawab dalam hal ini Sekda bener Meriah,” ungkapnya.

Menurutnya, Sekda juga telah melakukan pengancaman terhadap masyarakat dua hari lalu pascakebakaran. “Kami meliliki rekaman, Sekda mengancam dengan menyampaikan masyarakat jangan sok hebat itu contoh masyarakat yang demo sudah dalam penjara padahal masyarakat hanya meminta haknya,” ujarnya.

“Untuk itu atas nama Aliansi Masyarakat Bener Meriah, kami medesak hari ini juga Bupati Sarkawi mengambil tindakan tegas terhadap penanggung jawab BPBD dan jika tidak bapak bupati yang harus mundur,” tegasnya.

Nasri juga menuding DPRK telah berbohong dengan tidak menemukan hasil pansus sebelumnya. “Wajar masyarakat menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPRK sebab, tidak ada temuan dalam pansus yang dilakukan padalah setingkat sabun shanglit tidak ada etika , itukan cuci piring bukan cuci tangan,” jelas Nasri.

Sementara jurubicara aksi lainya Munawir menyampaikan, kemimpinan Bener Meriah baik itu bupati, DPRK hingga kepada kepala dinas tidak berpihak kepada Rakyat Bener Meriah.
“Kami hadir disini bukan memusuhi negara, bukan berperang untuk negera melaikan kami hadir disni karena rasa cinta kami demi negara, merah putih dan rasa cinta kami kepada Bener Meriah,” ungkapnya.

Ia berharap Bupati Bener Meriah lebih mengedepankan kepentingan rakyat. “Kekisruhan kegaduhan dan keributan ditegah masyarakat hari ini akibat buntut dari kebijakan yang tidak pro rakyat sehingga masyarakat dari berbagai kecamatan hari ini hadir,” ujar Munawir.

Sementara itu di hadapan para demonstran, Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi menyampaikan sudah mengakomodir semua tuntutan massa yang datang ke Pendopo dan DPRK Bener Meriah hari ini. “Insya Allah secepatnya akan kita upayakan, ” ujarnya
Sementara itu sebelumnya usai diseruduk ratusan masa di pendopo kepada awak media bupati menyampaikan sudah membenahi peralatan mobil pemadam yang ada di BPBD Bener Meriah.

“Setelah selesai 17 Agustus, Sekda Bener Meriah akan berangkat ke Banda Aceh untuk minta dukungan armada Damkar dari Banda Aceh untuk alat-alat kita agar lebih baik kedepannya,“ ujarnya.

Ia menambahklan, melalui diskusi dan evaluasi, Kalak BPBD Bener Meriah Abdul Kadir, juga sudah dinonaktifkan dari jabatannya sesuai dengan harapan masyarakat yang hadir hari ini.

Sementara itu sebelum dinonaktifkan Kalak Bener Meriah Abdul Kadir menyampaikan, bener Meriah saat ini memiliki 7 unit damkar namun, hanya dua damkar yang bisa digunakan saat kejadian kebakaran hebat di simpang tiga Bener Meriah.

“Dua unit pemadam sudah kita turunkan namun saat pengisian air kembali satu unit damkar mengalami kerusakan di jalan sementara 3 unit lainya masih dalam perbaikan di Pondok Baru dan dua unit damkar lainya memang sudah tidak dapat digunakan sama sekali karena usianya yang cukup tua dan merupakan hibah dari Kabupaten Aceh Tangah,” ungkapnya. (uri/min)