Kasus Korupsi Sebudi Jaya, Kajari Amankan Rp 200 Juta Uang Tunai, Serta Rp 170 Juta Dalam Bentuk Aset

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara Syaifullah mengatakan kedua pelaku melanggar Pasal 2 dan 3 UU No 20 Tahun 2001. Tentang perubahan atas U No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (VAL)

KUTACANE (RA) – Pengusutan Kasus Korupsi Dana Desa Sebudi Jaya, Kejaksaan Aceh Tenggara sita Rp 200 Juta uang Tunai serta Rp 170 Juta dalam bentuk aset.

Kepala Kejaksaan Aceh Tenggara Syaifullah, didamping Kasi Pidana Kusus (Pidsus) Edwardo, mengatakan aset disita merupakan milik pribadi oknum Kepala Desa Sebudi Jaya diketahui MS.

” Hari ini keluarga atau istri oknum kepala desa mengembalikan kerugian negara Rp 200 Juta, sebelumnya kita juga telah menyita aset-aset berharga milik oknum kepala desa berupa surat tanah dan bangunan dengan nilai Rp 170 juta,” Kata Kepala Kejaksaan Aceh Tenggara Syaifullah, dalam konfrensi Press kepada Rakyat Aceh, Rabu (19/8).

Dijelaskan, adapun Rp 200 juta dikembalikan itu merupakan sebagian dari Dana Pembangunan peningkatan sumber jaringan Air Bersih, menncapai Rp 441 Juta. Adapun hasil sitaan ini dititip dalam kas kejaksaan, dan akan disampaikan dalam persidangan nantinya.

Adapun kasus Korupsi dana desa Sebudi Jaya, kejaksaan menemukan indikasi kerugian negara mencapai Rp 611.810.000. Terdiri dari dana pernyataan modal (kute) desa Rp 170 Juta, dan Dana Pembangunan peningkatan sumber jaringan Air Bersih, Rp 441 Juta.

Sementara jumlah total hasil korupsi yang telah berhasil disita atau dikembalikan pihak kejaksaan mencapai Rp 370 juta rupiah.

” Adapun dana yang tidak bisa di kembalikan menjadi tanggung jawab oknum kepala desa MS,” jelasnya.

Disisi lain, kasus ini sendiri telah bergulir ke tahap pertama, atau Penyerahan Berkas, dari penyidik ke pihak Jaksa. Seraya menunggu hasil perhitungan ahli total kerugian untuk ditingkatkan ketahap ke dua.

Sebelumnya, diketahui diduga melakukan korupsi dana desa, kepala desa dan bendahara desa Sebudi Jaya, Lawe Dua ditetapkan menjadi tersangka, oleh Pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tenggra, Kamis (23/7).