Kebakaran besar di gedung Kejaksaan Agung berhasil dipadamkan setelah lebih dari 11 jam. Salah satu penyebab lamanya api dipadamkan karena banyak material plastik. (Ridwan/JawaPos.com)

Harianrakyataceh.com – Kapala Kepolisian (Kapolda) Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana menyatakan, pihaknya mengerahkan tim laboratorium forensik (Labfor) dan Inafis, untuk melakukan penyelidikan penyebab terbakarnya Gedung Utama Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Polri juga akan memeriksa anggota Kejaksaan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Hari ini tim Labfor dan Inafis yang sudah kita bentuk akan melakukan penyelidikan penyebab dari kebakaran tersebut, tentunya ada beberapa dari anggota Kejaksaan sendiri,” kata Nana di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (23/8).

Nana menyampaikan, pihaknya sudah memetakan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, terkait penyebab terbakarnya Gedung Utama Kejagung RI. Mulai hari ini, Polri akan meminta keterangan sejumlah saksi tersebut.

“Jadi kami sudah mempetakan, kemudian beberapa saksi hari ini juga akan dimintai keterangan. Hari ini sudah mempetakan dan beberapa saksi akan dimintai keterangan,” beber Nana.

Nana mengaku, pihaknya akan melakukan penelusuran dari lantai enam yang diduga awal mula munculnya api menyala. “Lantai 6 sampai 1. Masih dalam pendalaman dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, api menyala sekitar pukul 19.10 WIB. Kebakaran terjadi di Gedung Utama Kejaksaan Agung yang berada persis di balik gerbang utama Korps Adhyaksa. Diduga, api berasal dari lantai 6 Gedung Utama.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono menyampaikan, berdasarkan laporan sementara, kebakaran di Gedung Utama Kejagung berasal dari lantai 6 yang merupakan bagian kepegawaian.

Menurutnya, Lantai 5 juga dijadikan sebagai tempat pembinaan kepegawaian. Kedua lantai tersebut berdekatan dengan lantai 3 dan lantai 4 yang masing-masing berfungsi sebagai ruang intelijen.

“Lantai 5-6 itu bagian pembinaan, di sini ada kepegawaian. Lantai 3 itu intelijen, kemudian lantai 3 juga intelijen,” tutup Hari.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan