Memperingati Tahun Baru Islam Fokan Aceh Tausiah bersama di Rutan IIB

Kepala Rutan Irhamuddin dan ustaz Zul Arafah, berfoto bersama usai menyampaikan tausiah, Jumat (21/8) lalu.IST/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, Rutan Banda Aceh gelar tausiah dan zikir bersama bertempat di Masjid At Tawabin Rutan Kelas II B Banda Aceh.

Tausiah dan zikir bersama dipimpin oleh ustaz Zul Arafah serta melibatkan DPD Fokan Aceh yang dihadiri oleh Ketua DPD Agusni Usman ST, didampingi Abu Safwan, Ketua Bidang Pemberantasan dan Mustaqim relawan Fokan.

Dari Rutan langsung dihadiri Kepala Rutan, Irhamuddin didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, Aldri Maitaruna.

Irhamuddin mengatakan peringatan tahun baru Islam ini dapat dijadikan momentum agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Ia juga berharap kepada seluruh WBP agar kelak dapat menjadi pribadi yang lebih baik saat mereka keluar dari Rutan Banda Aceh.

Semoga kita dapat merasakan makna 1 Muharram dengan adanya zikir dan ceramah ini dan semoga kita dapat di bukakan pintu hati dalam meraih ketenangan jiwa dan terjauh dari perbuatan yang terlarang,” tuturnya.

Sebelum zikir dimulai ustad Zul Arafah memberikan tausiah di depan warga binaaan pemasyarakatan dengan momentum 1 Muharram marilah kita memasukinya dengan lembaran-lembaran baru, di isi dengan amalan yang diridhai Allah SWT.

“Kita berusaha untuk membuang jauh-jauh amalan jahat, masa lalu yang sudah pernah kita singgahi di segaja maupun tidak. Jangan mengikuti hawa nafsu pada kenikmatan sesaat lalu menderita berkepanjangan seperti nikmat narkoba. Agar kehidupan kita berakhir dengan khusnul khatimah,” katanya.

Ustad juga mengingatkan kepada para jamaah agar selalu bermuhasabah atas perbuatan yang telah dilakukan dan kembali kepada Allah dengan bertaubat.
Setelah memberikan tausiah, kegiatan ditutup dengan zikir bersama yang diikuti oleh sekitar 659 warga binaan.

Secara terpisah Agusni Usman, Ketua DPD Fokan Aceh menyampaikan penyampaian informasi tentang P4GN itu dapat terus dilakukan dengan kearifan lokal.

“Kami apresiasi kepada ustad Zul Arafah disetiap ceramahnya turut mensosialisasikan bahaya narkoba, memang cara beliau menyampaikan nasehat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika kepada jamaah dimana saja,” katanya. (imj/bai)