Pidie Siapkan Perbub Protokol Kesehatan

Bupati Pidie, Roni Ahmad SE saat menjawab sejumlah awak media cetak selepas mengikuti acara Apel Penegakan Disiplin dan Hukum di halaman Mapolres Pidie. Senin (24/8).Dhian Anna Asmara

Pelanggar Bersihkan Masjid

SIGLI (RA)- Bupati Pidie, Roni Ahmad SE (Abusyiek) menegaskan, ia selaku pimpinan daerah lebih mengutamakan keselamatan rakyat dari ancaman virus Corona (Covid-19) ketimbang berbagai ide (program) lainnya.

Penegasan itu, disampaikan Bupati Abusyiek saat menjawab sejumlah awak media selepas mengikuti Apel Penegakan Disiplin dan Penegakan Hukum Penggunaan Masker di halaman Mapolres Pidie, Senin (24/8).

“Saya lebih mengutamakan keselamatan masyarakat menyangkut ancaman virus corona. Karena itu, saya sudah membuat Perbup dan sudah mengirim peraturan menyangkut protokol kesehatan ke Biro Hukum Pemerintah Aceh,” sebut Abusyiek.

Menyangkut isi Perbup tersebut, lanjut Abusyiek adalah menyangkut penggunaan pemakaian masker di tempat umum, apabila ada pelanggaran, mereka dikenakan sanksi sosial atau sanksi denda.

Ditanyai sanksi hukuman sosial, Abusyiek menjelaskan yang melanggar diharuskan membersihkan halaman meunasah, masjid, pasar, dan lain lainnya.

Sedangkan menyangkut hukuman denda bagi pelanggar, akan didenda dengan uang dari ukuran Rp 30.000 hingga mencapai Rp 300.000 bagi setiap orang pelanggar.

“Kita berharap seluruh masyarakat mematuhi peraturan protokol kesehatan yang telah diterbitkan oleh pemerintah pusat. Dan, peraturan tersebut harus ditaati,” sebut Bupati Abusyiek.

Lebih lanjut, pinta Abusyiek, semua masyarakat di Kabupaten Pidie mematuhi protokol kesehatan, diantaranya menggunakan masker, jarak jarak, cuci tangan serta petunjuk lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Abusyiek mengingatkan seluruh masyarakat di daerahnya untuk menjaga kesehatan dengan mengurangi bahan makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet atau bahan kimia lainnya dan selalu bekerja keras mencucur keringat. (mag85/ra)