Jangan Biarkan COVID-19 Membesar di Aceh

Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan penanganan Covid-19 untuk para bupati/walikota di seluruh Aceh yang dilakukan secara virtual dari Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Selasa, (25/8). (FOTO BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN)

Presiden RI Joko Widodo

Quote
“Kalau ini secara ketat kita kerjakan, Insyaallah yang namanya angka kasus di Provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil dan kemudian bisa hilang”

BANDA ACEH (RA) – Presiden Joko Widodo meminta agar angka kasus positif di Provinsi Aceh tidak bertambah lagi. Presiden mengimbau agar penerapan protokol kesehatan terus digaungkan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi Saat memberikan pengarahan di Posko Penanganan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Kota Banda Aceh, Selasa (25/8).

“Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Pak Pangdam, Kapolda, agar Gubernur di-backup betul yang berkaitan dengan hal-hal sudah sering saya sampaikan; memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumun dan berdesakan. Ini harus diulang-ulang terus agar masyarakat kita tahu betapa sangat bahayanya kalau kita tidak pakai masker, kalau kita berkerumun dalam jumlah yang banyak,” jelas Presiden.

Menurut Presiden, kedisiplinan dalam menaati protokol kesehatan merupakan kunci sebelum vaksinasi nanti bisa dilakukan. Indonesia sendiri telah mendapatkan komitmen 290 juta vaksin COVID-19 dari sejumlah negara.

“Insyaallah ini kita sudah mendapatkan komitmen dari Uni Emirat Arab, dari China, totalnya 290 juta vaksin yang kita harapkan nanti insyaallah sebagian besar nanti diproduksi di Indonesia, sebagian diproduksi di luar negeri. Kita harapkan nanti insyaallah di bulan Januari sudah mulai kita vaksinasi,” tuturnya.

Kepala Negara menjelaskan, ancaman COVID-19 yang belum berakhir ini mengharuskan manajemen krisis terus dilakukan di setiap unit manajemen. Jika pemerintah daerah ingin membuka sebuah wilayah atau sektor, Presiden menegaskan agar terlebih dahulu dilakukan tiga hal yakni prakondisi, penentuan waktu, dan penentuan sektor prioritas.

“Kalau ini secara ketat kita kerjakan, insyaallah yang namanya angka kasus di Provinsi Aceh ini akan terus bisa diperkecil dan kemudian bisa hilang,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden kembali berpesan agar angka positif Covid-19 di Aceh bisa dikendalikan dengan menerapkan sejumlah strategi, antara lain strategi intervensi berbasis lokal yang dinilainya paling efektif.

“Memang strategi yang paling pas dari beberapa provinsi, kabupaten/kota yang melakukan adalah strategi intervensi berbasis lokal. Jadi PSBB di tingkat kampung, PSBB di tingkat desa, itu yang paling gampang untuk dikelola manajemennya,” tandasnya.

1.260 Pasien Positif COVID-19
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, melaporkan, perkembangan kasus positif Covid-19 di Aceh. Sampai tanggal 25 Agustus, tercatat ada sebanyak 1.260 kasus positif coron. Dengan rincian, 560 orang telah sembuh, 659 orang masih dirawat maupun isolasi mandiri, dan 41 Orang meninggal dunia.

Nova menyampaikan, dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah.

Di antaranya, kata Nova, menyusun rancangan peraturan gubernur tentang
peningkatan penanganan Covid-19 di Aceh. “Saat ini rancangan Pergub tersebut sedang dikonsultasikan ke Kementerian Dalam Negeri, ” kata dia.

Selanjutnya, kata Nova, pihaknya juga meluncurkan gerakan pemakaian masker bagi para ASN, LSM, dan seluruh stakeholder lainnya. Pemerintah Aceh juga menggerakkan seluruh pejabat struktural, LSM, ulama dan stakeholder lainnya untuk membagikan satu juta masker menjelang pelaksanaan salat Jumat pada tanggal 4 September di 4.044 masjid di seluruh Aceh. (ril/min)