Sidang Pembahasan Tiga Raqan Molor 45 Menit

Bupati Pidie, Roni Ahmad SE sedang menyampaikan pidato pada sidang pembahasan perubahan tiga Rancangan Qanun (Raqan) Kabupaten Pidie, Senin (24/8). Rakyat Aceh/ Dhian Anna Asmara

SIGLI (RA)– Sidang pembahasan tiga Rancangan Qanun (Raqan) di Gedung DPRK Pidie, Senin (24/8) sempat molor selama 45 menit dari jadwal ditetapkan sebelumnya, pukul 14.00 WIB.

Pantauan Rakyat Aceh, Sekda Pidie, Haji Idhami S.Sos MS.i dan sejumlah kepala dinas, hadir sepuluh menit lebih awal dari jadwal undangan. Disusul oleh Bupati Pidie, Roni Ahmad SE bersama unsur Forkopimda.

Sementara sidang pembahasan rancangan tiga qanun tersebut dibuka oleh Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail Spd.i MAP, pada pukul 14.45 WIB.

Sidang yang dihadiri 30 anggota dewan dari 40 anggota dewan setempat, berlangsung cukup tertib, diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran. Seterusnya, dilanjut dengan selawat badar dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Bupati Pidie, Roni Ahmad dalam pidatonya menyatakan bahwa sidang pembahasan tiga dari 11 Raqan yang diajukan pihaknya sangat bermakna sekali untuk menjadi pembahasan dewan.

Karena itu, pemerintah daerah (eksekutif) sangat berterima kasih atas dibukanya sidang pembahasan qanun tersebut, sehingga nantinya roda pemerintahan di Kabupaten Pidie semakin baik dan lancar.

Ketiga qanun yang diajukannya, sebut Bupati Abusyiek sangat mendesak untuk dibahas oleh anggota dewan, sekaligus menjadi titik tumpu untuk mencapai kesempurnaan dalam pemerintahan di Pidie.

Sedangkan ke tiga qanun itu adalah Qanun Perubahan atas Qanun Nomor 5 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pidie.

Selanjutnya, Qanun Nomor 26 Tahun 2011 tentang Restribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Terakhir, Qanun PDAM Tirta Mon Krueng Baro Pidie, menjadi perusahaan BUMD. (mag85/ra)