Koramil Paya Bakong Sosialisasi Pencegahan Covid-19

SOSIALISASI - Danramil 21/Paya Bakong, Kapten Inf Syamsul Hamdani, usai Shalat Jum’at memberikan sosialisasi kepada jamaah Mesjid Tgk. Chik Paya Bakong tentang protokol kesehatan pencegahan dan penyebaran virus Covid-19, Jum’at (28/8). FOR RAKYAT ACEH

ACEH UTARA (RA) – Personel Koramil 21/Paya Bakong, Aceh Utara, melaksanakan shalat Jum’at berjamaah di Mesjid Tgk. Chik Paya Bakong, kecamatan setempat bersama ratusan jamaah lainnya, Jum’at (28/8).

Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto melalui Danramil 21/Paya Bakong, Kapten Inf Syamsul Hamdani, usai Shalat Jum’at dirinya memberikan sosialisasi atau imbauan kepada jamaah tentang protokol kesehatan pencegahan dan penyebaran virus Covid-19.

Ia juga mengatakan, awal tahun 2020 wabah virus Covid-19 sudah menyerang bangsa Indonesia. Bahkan beberapa negara yang warganya sudah terjangkit oleh virus yang sangat berbahaya tersebut. “Saat ini Provinsi Aceh telah menduduki peringkat 3 nasional, dimana data terakhir setingkat provinsi, sudah 781 orang yang dirawat di Rumah Sakit Rujukan akibat terkena Covid-19,”kataya, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Sebut Kapten Syamsul, Pemerintah Daerah telah membentuk Tim Satgas untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang terdiri dari aparatur pemerintah daerah bekerjasama dengan TNI dan Polri.

“Jadi Pemerintah Daerah meminta bantuan kepada TNI dan Polri untuk selalu dan tidak bosan-bosannya untuk ikut mensosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mematuhi protokoler kesehatan,”ucapnya. Seperti, selalu memakai masker saat akan keluar dari rumah,
mencuci tangan dengan sabun dan tidak melakukan perjalanan keluar daerah apabila itu tidak terlalu penting.

Selain itu, ia juga mengingatkan jika ada warga Paya Bakong yang baru kembali dari luar daerah supaya dengan kesadaran sendiri untuk ikut isolasi mandiri dirumahnya masing-masing selama 14 hari. Apabila dalam jangka waktu 14 hari ada keluhan kesehatan agar segera melaporkan kepada petugas kesehatan untuk penanganan lebih intensif.

“Kalau dalam jangka waktu 14 hari tidak ada keluhan dengan demikian sudah bisa beraktifitas seperti biasa,”pintanya. (arm/ra)