Senin Depan, Lhokseumawe Aktifkan Sekolah Tatap Buka

RAPAT KOORDNASI - Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, memimpin rapat yang digagas oleh MPD Lhokseumawe, ikut dihadiri unsur muspida untuk mengaktifkan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah, pada Rabu (26/8) di kantor walikota setempat. ARMIADI/RAKYAT ACEH 

LHOKSEUMAWE (RA) – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, berencana akan mengaktifkan proses belajar mengajar di sekolah secara tatap muka pada Senin depan. Khusus, untuk sekolah dari tingkat TK, SD dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Namun, peserta didik dan pihak sekolah harus mengikuti protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian covid-19. Keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi antara Muspida Lhokseumawe dengan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Lhokseumawe dan Dinas Pendidikan Lhokseumawe serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lhokseumawe, di kantor walikota setempat pada Rabu (26/8).

Rapat yang digagas oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) itu langsung dihadiri oleh Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Wakil Walikota Yusuf Muhammad, Dandim 0103 Aceh Utara, Lekol Arm Oke Kistiyanto, Wakapolres Kompol Ahzan, unsur Muspida dan unsur terkait lainnya.

Kepala Bagian Humas Pemko Lhokseumawe, Drs. Marzuki, M.Si, mengatakan, selama pandemi covid-19, di Lhokseumawe sekolah secara daring atau online. Akan tetapi, sekolah seperti itu masih kurang efektif sehingga perlu diambil keputusan untuk mengaktifkan sekolah secara tatap muka.

Masing-masing unsur dalam rapat itu memberikan tanggapan, akhirnya Walikota Lhokseumawe mengambil kpeutusan untuk membolehkan belajar tatap muka di sekolah. Dengan syarat, setiap sekolah harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian covid-19.  “Jika ada sekolah yang tidak mengindahkan maka kepala sekolah akan diberikan sanksi tegas oleh Walikota Lhokseumawe,”kata Kabag Humas.

Sebutnya, untuk mencapai itu semua mulai hari ini (kemrin,red) tim dari MPD, Dinas Pendidikan dan Muspika terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di Lhokseumawe.  “Sekolah yang utama diaktifkan tatap muka dari TK, SD hingga SMP yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe,”ucapnya.

Sedangkan, untuk SMA dan SMK itu dibawah kewenangan Dinas Pendidkan Provinsi sehingga Walikota meminta Cabang Dinas Pendidikan  untuk berkoordnasi dulu dengan Dinas Pendidikan Provinsi. “Kalau boleh proses belajar mengajar secara tatap muka maka sekolah SMA dan SMK di Lhokseumawe bisa diaktifkan bersama TK,SD dan SMP pada Senin depan,”ungkapnya.

Selain itu, sambung Marzuki, sistem sekolah nantinya yang akan dijalankan, misalnya SDN 1 Lhokseumawe dan SMPN 1 Lhokseumawe ada 800 siswa, maka sekolah dapat membagikan seat, dari pukul 08.00-10.00 WIB untuk 400 siswa dan 400 siswa lain belajar dari pukul 10.00-12.00 siang. Kemudian, ketika pulang sekolah harus dijemput oleh orang tua atau wali siswa masing-masing. Hal itu dimaksudkan, supaya siswa-siswi tidak berkeliaran ke warung-warung kopi atau cafe-cafe saat pulang sekolah. (arm/ra)