Petani Kesulitan Air, Itu kata Tak Pantas Bagi Amiruddin ST

Amiruddin ST survei sungai lokasi pemasangan mesin robot pompanisasi rancangannya. Gampong Keude Tanjong, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Minggu (30/8).

Meulaboh – Reflek gejolak resesi ekonomi imbas pandemi Covid-19, otomatis menggerakkan masyarakat petani harus lebih giat bercocok tanam. Mengatasi deretan masalah klasik itu, warga pun mencari solusi teknis dari Ketua ISMI Aceh Barat yang intensif melakukan kajian budidaya padi.

“Sudah saatnya petani harus beralih cara bercocok tanam, dari tradisional harus mengandalkan teknologi dan ilmu pengetahuan,” kata Ketua ISMI Aceh Barat, Amiruddin ST, saat memenuhi undangan Kenduri Blang, Petani Gampong Keude Tanjong, Kecamatan Kaway XVI, Minggu (30/8).

Jika mengedepankan pola tanam dengan teknologi dan ilmu pengetahuan, sambung Amir, tentu sejumlah masalah klasik yang biasa dihadapi petani dapat teratasi. Bahkan, hasil panen yang diperoleh bakal lebih meningkat drastis.

“Jika biasa petani Gampong Keude Tanjong hanya menghasilkan 5,5 ton / hektar. Dengan mengikuti pola tanam dari saya, bakal mampu menghasilkan 12 ton / hektar,” sebut Amir penuh optimis.

Bahkan masalah kesulitan air yang biasa dihadapi petani setempat, dengan mudah dapat teratasi. Solusi ditawarkan berupa mesin robot pompanisasi.

“Dengan mesin robot pompanisasi yang saya rancang, lahan sawah produktif seluas 150 hektar Gampong Keude Tanjong, tidak bakalan lagi ada kata kekurangan air,” janji Amir.

Namun, seluruh tahapan budidaya padi, disarankan Amir, harus dilakukan secara terjadwal, mulai dari membajak tanah, pemupukan, dan pengendalian hama. “Saya memiliki tim ahli bibit dan ahli tanam yang siap mendampingi petani di setiap ada masalah. Tim ahli ini akan melakukan edukasi secara intensif kepada petani,” ujarnya.

Kenduri Blang petani Gampong Keude Tanjong, dihadiri perangkat gampong, tiga kelompok tani setempat, juga hadir undangan dari Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh Barat, Amiruddin ST dan anggota DPRK Aceh Barat, H. Kamaruddin.

Kenduri Blang demikian, rutin dilakukan petani setempat, setiap memasuki tahapan awal proses menanam padi.(den)