Sidang paripurna penyampaian dan pembahasan Raqan Aceh Raqan LPJ APBA 2019, di ruang paripurna DPR Aceh ditunda karena tak dihadiri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. (muammar ghifari/rakyat aceh)

BANDA ACEH (RA) – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sepakat menunda sidang paripurna penyampaian dan pembahasan rancangan Qanun (Raqan) Aceh tentang laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA tahun 2019.

Ditundanya paripurna tersebut, dikarenakan para anggota dewan merasa tak dihargai, lantaran rapat tidak dihadiri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dan hanya selalu diwakili Sekda Aceh, Taqwallah.

Anggota DPR Aceh, Tarmizi Panyang dalam interupsinya mempertanyakan ketidakhadiran Plt Gubernur Aceh, yang sering kali berhalangan hadir di setiap rapat bersama DPR Aceh.

“Saya menanyakan pada rapat paripurna ini. Apakah wajib dihadirkan Plt Gubernur Aceh atau kita skor. Karena setiap paripurna selalu di wakili sekda atau asisten ll,” kata politisi Partai Aceh tersebut, Senin (31/8).

Anggota DPRA dari Fraksi PAN Muchlis Zulkifli ST, juga menyampaikan hal sama. Muchlis menyampaikan permohonan maafnya kepada sekda Taqwallah, karena bukan domainnya untuk hadir dalam raqan pertangungjawaban APBA 2019 tersebut.

“Kami mohon maaf, bukan domain bapak untuk hadir di ruang paripurna disini. karena ini mengangkangi UU pemerintah daerah no 23 tahun 2004, kepala daerah menyampaikan rancangan qanun pertangungjawaban kepada DPRD. Jadi dalam hal ini harus gubernur yang menyampaikan rancanangan qanun pertangungjawaban APBA. Maka dalam hal ini kami mohon, lebih baik bapak kembali ketempat bapak sendiri, kami juga kembali ketempat kami sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin, usai menskor paripurna tersebut mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan Plt Gubernur Aceh untuk menghadiri penyampaikan racanganan qanun Aceh tentang pertangung jawaban pelaksanaan APBA tahun anggaran 2019. Namun sebagimana terlihat, Plt tidak juga hadir.

“Forum sudah memutuskan, sambil menunggu jadwal Plt hadir . Saya kira kemarin kawan DPR juga sudah cukup mengerti, tapi sudah sekian kali plt tidak menghadiri, maka DPRA langsung mengambil sikap. “jelasnya kepada sejumlah media. (mar/min)