Pemkab Simeulue Sidak Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Bupati Erli Hasyim, tes suhu tubuh pegawai yang bertugas di RSUD Simeulue. Senin (31/8). Ahmadi - Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Meningkatnya temuan kasus Positif dan Reaktif wabah virus Covid19 di pulau Simeulue, mendadak Pemerintah setempat, sidak di sejumlah instansi untuk realisasi penerapan protokol kesehatan, Senin (31/8).

Hasil sidak tersebut, para ASN dan pegawai kontrak yang bertugas disejumlah instansi dilingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue yang didatangi Bupati Erli Hasyim dan Sekda Ahmadlyah serta Sabu Nasir Kepala BKPSDM setempat, telah patuh dan terapkan aturan protokol kesehatan Covid19.

Meskipun aktifitas perkantoran tidak terganggu dengan pemberlakuan penerapan protokol kesehatan Covid19 itu, namun ada kantor yang sedikit kehadiran ASN dan pegawai, sehingga Bupati dan Sekda, meminta tidak ada alasan karena Covid19, lalu mengabaikan tugas.

“Pegawai yang bertugas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Simeulue harus menjadi contoh yang taat aturan penerapan protokol kesehatan Covid19. Dan perlu diketahui kasus Covid19 di pulau kita ini bukan lagi berasal dari luar tapi sudah berasal dari dalam daerah kita sendiri,” kata Bupati Erli Hasyim.

Dia mencontohkan, sejumlah kasus seperti dokter yang positif Covid19, Puluhan tenaga medis dan dua pasien yang dinyatakan reaktif Covid19, sehingga satu pukesmas resmi ditutup sementara pelayannya serta untuk saat ini masih menunggu hasil sampel swab 41 orang petugas medis RSUD Simeulue.

“Klaster baru Covid19 yang terbentuk di daerah kita ini, terjadi setelah ditemukan sejumlah kasus Covid19, kasus dua dokter kita yang positif Covid19, Puluhan petugas medis dan dua pasien yang reaktif Covid19, sehingga pelayanan pukesmas sementar resmi kita tutup. Serta saat ini ada 41 satu petugas medis rumah sakit, masih menunggu hasil sampel Swabnya yang dikirim ke Litbangkes Aceh,” imbuh Erli Hasyim.

Sementara Ahmadlyah, Sekretaris Daerah Simeulue intruksikan kepada ASN dan pegawai kontrak daerah yang bertugas di lingkungan Pemerintahan setempat, untuk tetap melaksanakan tugasnya, dan tidak beralasan karena Covid19 lalu mengabaikan fungsi tugas pokoknya sebagai abdi negara. Setiap SKPK harus jeli bagi tugas untuk menghindari keramaian dalam ruangan kantor.

“Jangan berasalan karena Covid19 lalu mengabaikan tugasnya di kantor, harus dibagi shift kerja. Itu juga merupakan bagian dari patuh aturan protokol kesehatan Covid19, dengan menjaga jarak dari kerumunan dalam kantor,” kata Ahmadlyah.

Meningkatnya kasus Covid19 itu, Pemerintah dan MPU Kabupaten Simeulue telah menerbitkan maklumat penerapan protokol kesehatan Covid19,termasuk mulai diberlakukannya, Penerapan kembali jam malam mulai pukul 00.00 s/d 04.00 WIB.

Penerapan protokol kesehatan secara ketat di setiap rumah makan, warung kopi, rumah ibadah, kantor dan instansi lainnya serta tempat keramaian harus menyediakan dan menggunakan cuci tangan, pemakaian masker dan pengaturan jarak (physical distancing).

Wajib memakai masker bagi ASN, TNI/Polri, Karyawan di setiap instansi dan seluruh masyarakat Simeulue saat beraktivitas di luar rumah. Penerapan sanksi bagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan sesuai perundangan – undangan yang berlaku.

Mengutamakan penggunaan daring sebagai media rapat – Rapat antar lembaga dan instansi, kecuali yang bersifat urgent dan mendapat izin dari Satgas Covid-19 kabupaten Simeulue atau penyebutan nama lainnya. ?Pelarangan pelaksanaan seperti Resepsi Pernikahan, khitanan, deklarasi, hiburan keyboard dan kegiatan lainnya yang melibatkan orang banyak.

Memberhentikan seluruh kegiatan belajar mengajar mulai dari tingkat Paud, tingkat Dasar, tingkat menengah dan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian Tidak menyebarkan informasi yang bersifat hoax atau lainnya terkait Covid-19 yang menimbulkan keresahan di tengah – tengah masyarakat Simeulue. (ahi/rus).