Perwakilan Aliansi Masyarakat Kembali Datangi DPRK

MASHURI/RAKYAT ACEHPerwakilan Aliansi Masyarakat Bener Meriah menyanyikan lagu tawar sedenge saat mengelar audiesi di gedung DPRK Bener Meriah, Senin (31/8).

REDELONG (RA) – Puluhan perwakilan massa Aliansi Masyarakat Bener Meriah kembali mendatangi gedung DPRK Bener Meriah, Senin (31/8).

Aksi tersebut dilakukan menindaklanjuti aksi yang dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus lalu.

Dalam pertemuan tersebut korlap aksi, Putra Arita, meminta agar pihak pemerintah daerah yang dihadiri oleh Sekda drs Haili Yoga MSi untuk menjelaskan sejauh mana tindaklanjut 7 tuntutan yang telah di tuangkan dalam nota kesepakatan bersama.

Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah, Husnul Ilmi SSy, saat memimpin pertemuan tersebut menyampaikan pertemuan tersebut untuk membahas beberapa permintaan dari pada Aliansi Masyarakat Bener Meriah terkait aksi tanggal 17 Agustus 2020 yang lalu.

Sebutnya, tuntutan sebelumnya yang dituangkan dalam nota kesapakat antara lain, evaluasi tentang tatakelola pemerintahan, mengusut tuntas indikasi korupsi pada ABPK Bener Meriah sehubungan dengan dana rehabilitas Damkar.

Selanjutnya, mempertegas pemberhentian Kalak BPBD dalam bentuk surat resmi, mempercepat perbaikan mobil damkar yang rusak, memasukkan mobil damkar sebagai program prioritas APBK-P tahun 2020 dan menyediakan unit damkar di masing-masing kecamatan.

Menyikapai permasalahan tersebut Sekda, Haili Yoga menyampaikan, akan tetap mengakomodir apapun yang bersifat membangun Bener Meriah.

Untut itu, ia mengucapkan terimakasi terhadap kritikan yang bersifat membangun tersebut. “Kami dari legeslatif dan eksekutif akan bekerja terus untuk memenuhi kebutuhan terhadap pelayanan yang kami lakukan dan memang belum totalitas tetapi progresnya sudah meningkat,” sebutnya.

Terkait dengan aramada damkar ia menjelaskan, Bener meriah saat ini memiliki 7 unit damkar yang seluruhnya hampir harus diperbaiki. “Alhamdulillah hari ini, 4 damkar sudah bisa beroperasi dan sudah ada di halaman kantor Bupati ” tegasnya.

Selanjutnya katanya, dari tiga unit damkar lainnya yang masing rusak dua diantaranya sudah tidak dapat digunakan terkecuali untuk mensuplai air apabila terjadi musibah kebakaran sementara satu unit lainnya masih dalam perbaikan yang kemungkinan siap dalam beberapa hari lagi.

Terkait dengan tatakelola Pemerintahan Bener Meriah, ia mengaku telah melaksanakan perintah dari Bupati dan terkait adanya indikasi korupsi saat ini juga sudah ditangani oleh pihak Kepolisian Bener Meriah.

Sekda juga menyampaikan permohonan maaf atas adanya kelemahan pemerintah daerah. “Mudahan dengan kejadian ini kami akan terus mengevaluasi dan terus bekerja keras untuk melayani meskipun tidak mungkin sempurna,” kata Haili Yoga. (uri/bai)