Ibrahim Kadir, Aktor Seniman Gayo Wafat

Almarhum Ibrahim Kadir. foto-ist

TAKENGON (RA) – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Ibrahim Kadir seniman multitalenta Aceh Tengah menghadap Sang Khalik. Ibrahim Kadir sosok seniman tidak mengenal waktu saat berseni. Hidupnya didedikasikan untuk menggelorakan kesenian Gayo.

Sosok budayawan, seniman dan sejarawan serta aktor, Ibrahim Kadir, berpulang ke rahmatullah, Rabu (1/9) sekira pukul 11.00 WIB, di Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon.

Bagi masyarakat Gayo, Ibrahim Kadir dikenal sebagai sosok seniman mumpuni dengan beratus bahkan ribuan lirik lagu yang telah tercipta dari ruang pikirannya. Paling populer dan gampang diingat adalah lagu dengan judul Kin Takengen (Untuk Takengon-red).

Bukan hanya itu, Ibrahim Kadir juga sebagai tokoh sejarah Gayo, terutama saat pergolakan PKI tahun 1965 silam. Sebagai aktor memerani beberapa film layar lebar karya Garin Nugroho. Salah satunya film berjudul “Puisi Tak Terkuburkan”. Bercerita bagaimana rakyat menghadapi masa kelam bersama PKI di Takengon.

Bukan hanya itu, seniman ini juga berkesempatan bermain di beberapa film bersama aktris nasional, Cristine Hakim dalam Film Cut Nyak Dien.

Ibrahim Kadir dngan teman sejawatnya mempunyai nama panggilan, Win Rasi. Hal ini pernah dituliskan oleh Novarizqa Saifoeddin.

Kini sosok humoris dan perokok itu telah menghadap Sang Khalik. Namun karya-karyanya tetap hidup di nafas seniman Gayo. Contoh teladan telah diberikanya kepada ratusan masyarakat pecinta seni Gayo. Selamat jalan Guru, jasamu akan terkenang sepanjang masa. Semoga Surga tempatmu. (jur/min)

Almarhum Ibrahim Kadir. foto-ist