Antisipasi Fase Dua Covid-19, Aceh Kampanyekan GEMA

Meulaboh – Hadapi Covid-19 ekstrem gelombang fese dua, Pemerintah Aceh fokus kampanyekan gerakan masker (GEMA) seluruh Aceh. Tim Gebrak masker Aceh mulai kunjungi kabupaten kota se-Aceh.

“Kita sudah masuk fase gelombang ke dua Covid-19, dimana pergerakan Corona semakin meningkat hingga kondisi kasus terakhir sebanyak 1.688 kasus,” ucap Kepala Bappeda Aceh Ir. Helvizar, Ibrahim, M.Si, selalu tim perwakilan Aceh yang mengunjungi Aceh Barat, Rabu (2/9).

Disarankan, Gema atau gerakan masker seluruh Aceh mulai harus dilaksanakan agar antisipasi fase dua Covid-19 mulai berjalan di tengah masyarakat. “Tim Gebrak masker Aceh telah kampanye, para SKPA mulai kunjungi masing-masing Kabupaten yang ada di Aceh,” sebut Helvizar.

Ia juga menjelaskan, bahwa Aceh telah melalui dua fase Covid-19, dimana tahap pertama lebih mudah dilewati dan relatif ketat dengan adanya jam malam. “Namun keraguan muncul setelah idul Fitri dan Adha,” katanya.

Helvizar juga menyampaikan, bahwa secara bersama-sama Aceh harus terus mencari jalan dan celah untuk antisipasi Covid-19, dan langkah yang paling penting ada tiga, yaitu jaga jarak, mencuci tangan, membiasakan perilaku untuk menggunakan masker karena hal itu dapat menghambat penularan penyakit kepada orang lain serta yang menggunakan masker pun tidak akan tertular.

“Yang paling penting kita harus menyadari kondisi kita saat ini, gerakan ini harus kita lakukan secara masif,” harapnya

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS yang menyambut langsung kehadiran Tim Gebrak Masker Aceh, mengaku selain Covid-19, saat ini DBD dan Tifus mulai muncul di tengah masyarakat. “Tapi masalahnya, masyarakat seperti takut datang rumah sakit, mungkin takut nantinya akan terkena Covid-19, meskipun gejalanya memang sama,” jelasnya.

Ramli MS menilai, program GEMA tergolong sangat bagus, sehingga tepat sebagai upaya antisipasi Covid-19. “Aceh Barat konsisten mendukung program GEMA ini,” respon Bupati Aceh Barat.

Bahkan, Ramli MS mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada SKPK yang tidak penerapkan protokol kesehatan, dalam kegiatannya, karena hal tersebut demi keselamatan bersama.

Bahkan, Ramli MS akan memohon para Ulama untuk membaca Qunut Nazilah dan berzikir demi menjauhkan daerahnya dari paparan penyakit tersebut.

“Kalau terpaksa kondisi sama seperti lockdown kemarin, saya harus mengajak masyarakat fokus dengan kegiatan pemberdayaan ekonomi dan harus kreatif mengelola lahan sekitar, mungkin tanam sayuran atau membuat masker,” tutup Bupati Aceh Barat.(den)