Satrad 233 Sabang Adakan Edukasi Penanaman Prototype Energi

SABANG (RA) – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) dari Satuan Radar 233 Kota Sabang, melakukan dan merancang prototype bersama warga.

Kegiatan diadakan di komplek TNI AU di taman edukasi anak Walet Park Sabang
jalan Bay Pass Gampong Cot Bak’U, Kecamatan Sukajaya Kota Sabang, Rabu (2/9).

“Dalam merancang prototype ini memanfaatkan energi terbarukan untuk mengatasi upaya krisis energi dimasa mendatang.

Apalagi mengingat kondisi saat ini kebutuhan kelistrikan semakin meningkat, terutama dimasa pandemi ini dimana masyarakat dalam beraktifitas baik untuk urusan rumah tangga maupun bagi kebutuhan belajar anak-anak,” kata

Komandan Satuan Radar (Satrad) 233 Sabang, Letkol (Lek) Firmansyah, M. Sc kepada awak media.

Menurutnya, dalam kegiatan ini diajari bagaimana car memahami kondisi terkini dengan merangkai atau merancang prototype sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Dimana Pulau Weh Sabang saat ini masih terjaga terhadap kelestarian dan fungsi hutan serta menjamin kontinuitas hasil air yang bermanfaat bagi masyarakat dan dapat digunakan untuk pembangunan PLTMH, Karenanya, melalui kegiatan yang dilaksanakan di taman edukasi anak Walet Park Sabang, dirinya bersama beberapa personel Satrad 233 Sabang mendemonstrasikan prototype mini hidro turbin sebagai alternatif pembangkit listrik tenaga air skala kecil. Hidro tubin tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan yang masuk dalam kategori clean energy yang ramah lingkungan.

Pendidikan yang bersifat edukasi dinilai sangat penting untuk membangun karakter dan kecintaannya akan sesuatu itu saat dewasa nanti.

” Jadi, pada kesempatan baik ini kami harapkan dapat menjadi trigger bagi anak-anak untuk peduli akan kondisi lingkungan serta selalu kreatif dalam menciptakan energi terbarukan di masa mendatang.

Dan peralatan prototype kecil dapat dikembangkan tergantung bagaimana memanfaatkan peralatan tersebut yang dapat memberikan output tegangan dan arus lebih besar, untuk menjadi sumber energi alternatif,” tutup Letkol Firmansyah. (han)