Rapimnas Ke IV LIRA, Bahas Masalah Munas

KUTACANE (RA) – Presiden Lira Ollies Datau secara resmi membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ke IV Lubung Informasi Rakyat (LIRA) secara daring, Sabtu (5/9).

Rapat pimpinan membahas terkait dengan Musyawarah Nasional (Munas) Organisasi LIRA ke 3, diikuti oleh seluruh pengurus Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Se Indonesia.

Pengurus LIRA Kabupaten Aceh Tenggara Muhammad Saleh Selian mengatakan, adapun tema di usung dalam rapimnas ini nyakni ” Konsololidasi, Gotoroyong, Loyalitas Organisasi” diharapkan mampu menghasilkan ide- ide cemerlang untuk menjunjung kesuksessan LIRA kedepan dan semakin dipercaya publik.

” Rapimnas ini sendiri dibuka oleh Presiden LIRA Ollies Datau didampingi Sekjend DPP LIRA Budi Siswanto, Wapres LIRA Andi Safrani, Wapres LIRA Yudi, dan Bendahara Umum DPP LIRA Arintha Lenggono,” Kata Pengurus LIRA Aceh Tenggara Muhammad Saleh Selian.

Dalam Rapinmas secara Virtual berlangsung beberapa jam tersebut, DPP dan DPW serta DPD LIRA se Indonesia sepakat untuk menunda Munas Hingga Pemerintah Umumkan Pandemi Covid-19 Telah Selesai.

“Rapimnas ini diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan, sehingga untuk berinteraksi dengan pengurus DPD dan DPW, kita gunakan aplikasi zoom,” katanya.

Adapun secara terpusat Rapimnas ini sendiri diselengerakan di Hotel Grandhika, Jakarta. Dan diketahui ada 20 petinggi DPP LIRA yang hadir di Hotel itu untuk mengikuti Rapimnas secara virtual dengan 9 DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) dan 19 DPD (Dewan Pimpinan Daerah).

Sembilan pengurus DPW yang hadir dalam Rapimnas berasal dari Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan DKI Jakarta.

Sedang 19 pengurus DPD yang hadir di antaranya berasal dari Aceh Tenggara Probolinggo, Malang, Sampang, Situbondo, Tenggamus, Siduarjo, Ngawi, Banyuwangi dan Buton Utara.

1. Munas yang seharusnya digelar sebelum Oktober 2020 karena kepengurusan DPP LIRA periode 2015-2020 yang dipimpin Ollies Datau selesai pada bulan tersebut, ditunda hingga maksimal dua bulan setelah pemerintah dapat mengendalikan pandemi Covid-19, dan mengumumkan bahwa Indonesia telah terbebas dari pandemi asal China tersebut.

“Karena selama pandemi, pemerintah melarang organisasi apapun dan lembaga apapun menyelenggarakan kegiatan yang mengundang banyak orang di dalam ruangan,” jelas Andi.

Ia juga menjelaskan, Munas sebenarnya dapat diselenggarakan secara virtual, namun ia khawatir jalannya Munas menjadi kurang maksimal karena dapat terganggu oleh jaringan internet yang tidak stabil dan kendala audio visual.

Penundaan Munas hingga maksimal dua bulan setelah pengumuman pemerintah bahwa Indonesia telah aman dari Covid, disetujui oleh 5 DPW dan 17 DPD.

2. DPP akan menentukan lokasi penyelenggaraan Munas berdasarkan usulan peserta Rapimnas dalam rapat pleno, setelah dibahas dengan peserta Rapimnas dalam grup WhatsApp khusus yang akan dibuat.

Lokasi yang diusulkan adalah di DKI Jakarta, Riau, Kepulauan Riau (Batam), dan Jawa Timur.

3. Memperpanjang masa kepengurusan DPP LIRA periode 2015-2020 hingga Munas diselenggarakan, dengan legalitas berdasarkan surat kesepakatan tertulis yang dibuat peserta Rapimnas.

4. Membetuk tim yang terdiri dari sembilan orang untuk mengubah AD/ART.

Yang menarik, dalam Rapimnas ini terungkap bahwa hingga saat ini baru ada satu calon yang akan maju dalam Munas untuk menduduki jabatan presiden LIRA untuk periode 2020-2025, yaitu Ollies Datau yang saat ini menduduki jabatan presiden LIRA periode 2015-2020.

Sekjend DPP LIRA Budi Siswanto mengatakan, Ollies masih diinginkan memimpin LIRA, karena semua kader mengakui bahwa Ollies adalah seorang nahkoda yang tangguh, dan kuat untuk membawa LIRA ke tujuan.

Budi yakin, jika Ollies kembali menjadi presiden LIRA, organisasinya akan kian eksis, karena Ollies juga tipe pemimpin dengan visi yang jelas .REL