297 Pengungsi Rohingya Terdampar di Lhokseumawe

297 orang pengungsi Rohingya terdampar di pantai UJong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh, Senin (7/9). Saat ini sedang berlangsung pendataan untuk dibawa ke BLK Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH

LHOKSEUMAWE (RA) – Sekitar 297 orang pengungsi Rohingya terdampar di pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Senin dinihari (7/9). Para pengungsi berlayar menggunakan Kapal jenis GT TRN U 11/00.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto yang dikontak Rakyat Aceh membenarkan terdamparnya ratusan pengungsi Rohingya di Pantai Wisata Ujong Blang. “Iya benar ada terdampar pengungsi Rohingya,” kata kapolres.

Sementara itu, Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Drs Marzuki menyebutkan jumlah ada 297 orang. “Itu sudah termasuk yang sakit seorang dirawat di RSU Cut Mutia Lhokseumawe,” kata Marzuki.

Hanya saja, hingga saat ini belum diketahui pasti tujuan ratusan pengungsi Rohingya.
Saat ini sedang berlangsung evakuasi ke Balai Latihan Kerja (BLK) di Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, tambah kabag humas.

Informasi diperoleh, awalnya para imigran ini terlihat oleh nelayan Lhokseumawe saat berada 1 mil dari bibir pantai Lhokseumawe. Selanjutnya nelayan berupaya mengejar kapal tersebut karena terlihat asing. Akan tetapi kapal tersebut terus berlayar dengan kecepatan tinggi menuju bibir Pantai Lhokseumawe.

Sekira pukul 00.30 WIB tiba di pantai. Setelah mendarat, mereka langsung meninggalkan kapal melarikan diri ke bibir pantau Ujong Blang dan ada pula yang lari ke perkampungan masyarakat.

Melihat gelagat itu, masyarakat setempat langsung berupaya mengamankan dan mengumpulkan para warga Imigran Rohingya serta melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan.

Hingga informasi ini diturunkan, jumlah terdata 297 orang terdiri dari 181 perempuan, 102 pria, anak laki laki dan perempuan 14 orang. Diperkirakan jumlah ini masih bertambah karena awalnya mereka sempat lari ke perkampungan nelayan.

Aparat keamana terdiri TNI/Polri, relawan, RAPI Lhokseumawe, nelayan, UNHCR dan PMI terus memberikan bantuan kepada ratusan imigran tersebut. (ung/min)