PGRI Harus Mampu Membina Guru

BUKA ACARA - Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, membuka Konferensi XXIII PGRI Lhokseumawe tahun 2020 di gedung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lhokseumawe, Selasa (8/9). ARMIADI/RAKYAT ACEH.

LHOKSEUMAWE (RA) – Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya meminta pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Lhokseumawe, harus mampu melakukan pembinaan terhadap para guru yang mengajar di sekolah-sekolah.

Hal itu disampaikan Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, kepada Rakyat Aceh, usai membuka Konferensi XXIII PGRI Lhokseumawe tahun 2020 di gedung Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lhokseumawe, Selasa (8/9).

Walikota juga berharap agar Ketua PGRI Lhokseumawe yang terpilih berdasarkan hasil Konferensi nantinya untuk lebih memajukan keberadaan PGRI ditingkat Kota Lhokseumawe, hingga ke tingkat kecamatan-kecamatan. “Intinya kepengurusan PGRI harus meningkatkan pembinaan terhadap seluruh guru yang ada di Kota Lhokseumawe,”ucap Suaidi Yahya.

Menurut dia, selama ini keberadaan PGRI di Lhokseumawe sudah bagus dan perlu ditingkatkan kembali yang lebih bagus lagi kedepan.”Siapapun yang terpilih sebagai ketua PGRI baru nanntinya itulah yang terbaik,”katanya.

Ketua PGRI Provinsi Aceh Munzir, dalam sambutannya menyebutkan, PGRI bertugas untuk mencerdaskan guru, melindungi guru dan memperjuangkan kesejahteraan guru. Kemudian, meningkatkan program-program peningkatan kapasitas untuk guru. “Jangan hanya program perayaan HUT PGRI saja setiap tahun yang dilaksanakan, tapi untuk PGRI Lhokseumawe sangat luar biasa dan aktif,”ungkapnya.

Kata dia, PGRI juga harus memberikan bantuan hukum kepada guru, ketika guru bermasalah dengan hukum maka PGRI harus berdiri didepan untuk menyelesaikannya persaoalannya. Apalagi, saat ini ada MoU atau kerjasama antara Ketua Umum PGRI Pusat dengan Kapolri dalam penyelesaian hukum terhadap guru.

“Kemarin, kami sudah jumpai Pak Kapolda Aceh untuk menyampaikan tentang kerjasama PGRI Pusat dengan Kapolri. Pak Kapolda bilang ini harus berjalan dan disampaikan hingga ke kabupaten/kota hingga ke polsek-polsek dalam menyelesaikan persoalan guru jika bermasalah,”jelasnya.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Konferensi XXII PGRI Lhokseumawe, tahun 2020, M. Nurdin, mengatakan, ada sekitar 300 peserta yang ikut konferensi terdiri dari kepala sekolah dan ketua ranting PGRI di sekolah dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA/SMK se- Kota Lhokseumawe. Ia berharap, ketua PGRI Lhokseumawe yang terpilih masa bakti lima tahun kedepan adalah yang betul-betul kapabel dan mampu menampung aspirasi guru yang ada di Kota Lhokseumawe.

Turut hadir dalam acara itu, petinggi TNI/Polri, perwakilan Kejaksaan Negeri Lhokseumawe,anggota DPRK Lhokseumawe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lhokseumawe, Nasruddin, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lhokseumawe dan unsur terkait lainnya. (arm/ra)