Dyah Perkenalkan Keunikan Batik Aceh di Jakarta

Plt Ketua Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati, berkunjung ke Pameran Pameran dan Penjualan Batik Aceh, Papua dan Minang di Rumah Yayasan Batik Indonesia, Kemayoran Baru, Jakarta, Rabu (9/9). (HUMAS BPPA)

JAKARTA (RA) – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengharapkan batik Aceh bisa dikenal lebih luas lagi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Dyah Erti Idawati, saat mengunjungi Pameran dan Penjualan Batik Aceh, Papua dan Minang di Rumah Yayasan Batik Indonesia, Kemayoran Baru, Jakarta, Rabu (9/9).

Dyah mengatakan, dengan menghadirkan batik Aceh, Minang dan Papua, yang digelar 9-19 September 2020 itu, dalam satu pameran yang bersamaan, diharapkan ada penguatan dari ketiga motif daerah-daerah tersebut.

“Nanti diharapkan juga ada pengenalan perbedaan secara langsung, misalnya di Sumatera, antara Aceh dengan Minang Sumatera Barat. Nah, itu ada tidak kesamaannya atau berbeda sama sekali, karena masing-masing ada keunikannya,” kata Isteri Plt Gubernur Aceh itu.

Sehingga tambah Dyah, nanti bisa dipelajari, bagaimana kekuatan batik Minang dan juga batik Papua. Karena dengan adanya sandingan tersebut bisa dilihat kekuatan batik dari Provinsi-provinsi lainnya.

“Ini juga bisa membuka kesempatan bagi pengurus Yayasan Batik Indonesia untuk memberi saran-saran kepada kami di Aceh yaitu Dekranasda maupun pengusaha batik yang ada di Aceh dari segi motif, bahan, warna,” katanya.

Dengan demikian katanya, batik Aceh nantinya bisa lebih digemari secara general. Tidak hanya di Aceh, tapi juga masyarakat di Jakarta, serta masyarakat Indonesia secara lebih besar lagi.

Dalam hal ini, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua maupun pengurus Yayasan Batik Indonesia yang telah memberi kesempatan kepada Aceh dan kepada seluruh daerah lain untuk bisa memperlihatkan kebolehannya.

“Karena bisa membuka kesempatan kami untuk dikritisi supaya bisa lebih baik lagi. Semoga dengan adanya acara ini batik Aceh bisa lebih digemari masyarakat dan lebih dikenal,” ujarnya. (ril/min)