Tim Pansus Covid-19 Pidie Dibubarkan

Rakyat Aceh

SIGLI (RA) – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie membubarkan Tim Pansus Covid-19 Pidie lewat sidang paripurna, bersamaan dengan sidang pembahasan tiga rancangan qanun (Raqan) yang diajukan eksekutif.

Ketua Tim Pansus Gugus Tugas Covid 19, DPRK Pidie, Nasrul Syam, SH, kepada Rakyat Aceh membenarkan jika tim yang dipimpinnya sudah bubar melalui sidang paripurna.

Nasrul Syam juga membantah jika ada penekanan pihak tertentu agar dana Covid 19 di Pidie, sebesar Rp 5,2 miliar tidak terus diusik oleh Pansus Covid 19, sekaligus menghentikan pengawasan yang dilakukan melalui Pansus Covid DPRK Pidie. “Tak ada itu Bang. Tim Gugus Tugas Pansus Covid 19 DPRK Pidie, sudah berhenti dengan terjadinya sidang paripurna sesuai yang diajukan kalangan dewan sendiri pada pimpinan DPRK Pidie,” sebut Nasrul.

Lanjutnya, secara otomatis pengawasan tim yang dipimpinnya itu tidak berkekuatan hukum.lagi, terkecuali dibentuk model lainnya, yakni Satgas Covid 19 DPRK Pidie oleh pimpinan DPRK melalui persidangan khusus. Dan, itupun jika dirasakan perlu dan harus dilakukan.

Sidang Pembahasan Tiga Raqan Berakhir
Pada sidang paripurna beberapa waktu lalu, DPRK Pidie, mengakhiri pembahasan menyangkut tiga perubahan rancangan qanun yang diajukan eksekutif.

Ketiga qanun yang cukup serius dibahas oleh Badan Legislasi (Banleg) tersebut adalah tentang Restribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Kedua, qanun tentang perubahan tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah.

Selanjutnya, sebut Ketua Banleg DPRK Pidie, Ibrahim kepada awak media, merupakan Rancangan Qanun Perubahan dari Perusahaan Air Minum.Daerah (PDAM) Tirta Mon Krueng Baro Sigli.

Sidang pembahasan tentang perubahan Qanun tersebut sudah dimulai sejak 19 Agustus 2020, dengan mencermati berbagai pertimbangan menyangkut perubahan ke tiga qanun tersebut.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Drs Sayuti MS.i kepada Rakyat Aceh, Rabu kemarin sore membenarkan sidang rancangan tiga qanun tersebut dan sudah berakhir pembahasannya. (mag85/ra)