Kapolres dan Wakapolres Pijay Positif COVID-19

Rakyat Aceh

MEUREUDU (RA) – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pidie Jaya, AKBP Musbagh Niam, S,Ag terkomfrmasi positif terpapar COVID-19. Selain Kapolres, Wakapolres beserta istri juga diketahui positif.

Kepastian positif COVID-19 dua pejabat utama di lingkungan Polres Pidie Jaya disampaikan Juru bicara Gugus tugas percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19, Edy Azwar, Senin (14/9).

Kata Edy, Kapolres dan Wakapolres beserta istri wakapolres diketahui positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR yang diterima pihaknya dua hari lalu. Uji swab dilakukan di Unsyiah.

“Ia benar. Kapolres dan Waka terkomfirmasi positif COVID. Hasil swabnya kami terima dua hari lalu,” kata Edy Azwar.

Selain dua pejabat utama di Polres Pidie Jaya, salah seorang pejabat di lingkungan RSUD Pidie Jaya juga terkomfirmasi positif, yakni Kabid Pelayanan RSUD, dr Muhammad Aditya, hasil uji Swabnya keluar bersamaan.

“Kapolres, Waka Polres dan dr Aditya saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” sebut Edi.
Menurut Edt, baik Kapolres, Wakapolres dan pejabat di RSUD Pidie Jaya belum diketahui tranmisinya dari mana. Sebab ke tiga tidak menunjukkan gejala atau OTG saat dilakukan tes.

Tes pertama dilakukan adalah rapid tes hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan uji swab keluar dua hari lalu dengan hasil positif Covid-19.

Dengan terkomfirmasi positif Covid-19 terhadap Kapolres, Waka Polres dan Kabid Pelanyanan RSUD Pidie Jaya, jumlah angka positif Covid-19 di Kabupaten Pidie Jaya lanjut Plt Kadinkes tersebut menjadi 19 orang.

Sehingga tambah dia, Pidie Jaya yang sebelumnya merupakan daerah dengan zona hijau kini berubah status menjadi daerah zona orange atau mendekati zona merah.

“Pekan lalu jumlah pasien yang positif virus corona sempat bertahan delapan orang. Namun, hasil Swab kemarin bertambah sembilan orang yang positif dengan total sebanyak 19 orang terkomformasi positif,” terangnya.

Dijelaskan Edy, per 14 September 2019, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 94 orang, alam proses pemantauan 23 orang, selesai pemantauan 71 orang. Sedang yang terkomfirmasi positif sebanyak 19 orang, konfirmasi positif dirawat di rumah sakit lima orang, konfirmasi positif isolasi mandiri 10 orang.

“Kasus konfirmasi positif yang telah selesai isolasi sebanyak tiga orang fan satu kasus komfirmasi posotif meninggal dunia,” tukasnya. (san/min).

Positif Baru Covid-19 Bertambah 212 Orang, 4 Meninggal

Banda Aceh—Kasus terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) melonjak lagi di Aceh. Tim survailans Covid-19 melaporkan kasus positif baru mencapai 212 orang, 4 orang meninggal dunia.

Kasus-kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab yang keluar setelah dilakukan laporan harian pada pukul 15.00 WIB, Minggu (13/9/2020).

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media, dari Gayo Lues, karena mendampingi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kunjungan kerja ke kabupaten/kota.

Pria yang akrab disapa SAG itu mengatakan, berdasarkan sebarannya, kasus positif baru paling banyak warga Kota Banda Aceh, 66 kasus, disusul Kabupaten Aceh Jaya 40 kasus, Aceh Besar 22 kasus, Aceh Tenggara 18 kasus, Pidie 15 kasus, dan Aceh Selatan 13 kasus.

Selanjutnya Pidie Jaya 9 kasus, Bireuen 7 kasus, Lhokseumawe 6 kasus, Nagan Raya 3 kasus. Kemudian Aceh Barat dan Aceh Barat Daya sama-sama 2 kasus. Sementara Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Sabang dan Subulussalam masing-masing 1 kasus. Sisa 3 kasus lainnya warga luar daerah Aceh.

“Pasien positif corona yang meninggal dunia 4 orang masing-masingnya warga Aceh Besar, Aceh Tamiang, Banda Aceh dan Lhokseumawe,” kata SAG.

Kasus Akumulatif
Selanjutnya, SAG melaporkan kondisi terakhir percepatan penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. Jumlah kasus Covid-19 hingga saat ini sudah mencapai 2.738 orang, setelah penambahan 212 orang positif baru.

Distribusi 2.738 orang Covid-19 tersebut, 1.945 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan provinsi dan kabupaten/kota, 700 orang sudah sembuh, dan 93 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sebanyak 459 kasus dengan rincian, sebanyak 71 orang sedang dirawat, 371 orang telah sembuh, dan 17 orang meninggal dunia.

Lebih lanjut, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini sebanyak 2.647 orang. Sebanyak 140 orang masih dalam pantauan petugas kesehatan, 2.507 orang telah selesai proses pemantauan, demikian SAG.[]