APBK Perubahan 2020 Mulai Dibahas Pendapatan Pidie Jaya Berkurang

Rakyat Aceh

MEUREUDUE (RA) – Pendapatan daerah Kabupaten Pidie Jaya dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran Perubahan (KUA-P) 2020 mengalami penurunan sebesar Rp140.897.552.672 dari asumsi awal sebesar Rp 1.114.536.855.703.

Menurut informasi disampaikan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Pidie Jaya, Diwarsyah, kepada Rakyat Aceh, Selasa (15/9), penurunan pendapatan diimbangi dengan SiLPA 2019 sebesar Rp 104.650.222.569 dan penambahan target PAD sebesar Rp 4.640.316.440, sehingga penurunan pendapatan daerah tahun 2020 hanya sebesar Rp 31.607.011.661.

Penurunan pendapatan tentunya berimbas besar pada belanja daerah yang dituangkan dalam KUA-APBK-P 2020. Di mana belanja tidak langsung sebesar Rp 542.597.996.804, yang terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 302.525.495.784 dan belanja hibah sebesar Rp 3.342.100.000, belanja bantuan sosial Rp 5.615.500.000, belanja bantuan keuangan pemerintahan desa dan partai politik sebesar Rp 220.085.734.518

Selanjutnya belanja tak terduga naik sebanyak Rp 8.000.000.000 menjadi sebesar Rp 11.029.166.502 dari Rp 3.029.166.502. Sementara belanja langsung dalam KUA-APBK-P juga terjadi pengurangan dari Rp 569.500.654.309 menjadi 535.691.528.796.
Belanja tak langsung tersebut terdiri dari Rp 27.312 193.369 belanja pegawai, Rp 317.502.873.477 belanja barang dan jasa dan Rp 208.969.974.741belanja modal.

” SiLPA Rp Rp 104 sudah dipakai langsung dalam APBK murni Rp 63 miliar untuk pembiayaan pembangunan rumah gempa dan Rp 5 miliar lebih untuk biaya tanggap darurat penanganan Covid-19.” Pungkas Diwarsyah. (san/ra)