Empat Terhukum Jarimah Zina Dicambuk

EKSEKUSI - Terhukum pelanggar Qanun No.7 tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat, sedang menjalani eksekusi cambuk di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Selasa (15/9). ARMIADI/RAKYAT

LHOKSUKON (RA) – Kejaksaan Negeri Lhoksukon bersama Satpol PP dan WH Aceh Utara, melaksanakan eksekusi cambuk terhadap 4 terhukum dalam kasus jarimah zina dan pelecehan seksual terhadap anak.

Prosesi eksekusi cambuk itu, berlangsung dihalaman Kantor Kejaksaan setempat pada Selasa (15/9).Turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Kajari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi MH, Kasatpol PP dan WH Aceh Utara, Fuad Mukhtar, Mahkamah Syar’iyah dan unsur terkait lainnya.

Keempat terhukum itu, yakni Riki Aulia (21) warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Jufriyadi (18) warga warga Kecamatan Meurah Mulia, Juanda (25) warga Kecamatan Baktiya dan Zulfahmi (20) warga Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Jalannya, eksekusi cambuk itu dikawal oleh aparat Kepolisian dari Polres Aceh Utara dan Satpol PP dan WH setempat.

Riki Aulia dicambuk 105 kali dari 110 kali setelah dikurangi masa kurungan penjara selama lima bulan. Ia terlibat dalam kasus jarimah zina terhadap anak. Selanjutnya, Jufriadi dicambuk 100 kali dan ditambah hukuman 10 bulan penjara, dalam kasus jarimah zina. Sedangkan, Juanda dicambuk 75 kali dari 90 kali setelah dikurangi masa kurungan penjara selama 15 bulan dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak. Sementara terhukum Zulfahmi dicambuk 25 kali, dari 30 kali putusan setelah dikurangi masa penahanan dalam kasus Jarimah pelecehan seksual.

Kajari Aceh Utara, Pipuk Firman Priyadi MH, mengatakan, hukuman yang dijatuhkan kepada terpidana itu sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan dalam kasus pelecehan seksual dan perizinaan.

Selain itu, dalam eksekusi cambuk juga diterapkan protokol kesehatan Covid-19. Bahkan, selama pandemi Covid-19 di Aceh, Kejaksaan Negeri Lhoksukon, sudah melaksanakan tiga kali eksekusi hukuman cambuk. (arm/ra)