Ali Muhayatsyah SH Jubir Covid19 dan Dirut RSUD Simeulue drg Farhan, saat konferensi pers, Kamis (17/9). Ahmadi - Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Simeulue untuk sementara pelayanannya ditutup, setelah 11 orang petugas medis dinyatakan positif Covid19, hasil sampel swab yang diterbitkan Litbangkes, Kamis (17/9) dini hari.

Hasil sampel swab tersebut, yang sebelumnya dikirim ke Litbangkes Aceh tanggal 13 September 2020 lalu, sebanyak 34 sampel swab, dengan rincian 31 orang positif Covid19, termasuk 11 tenaga petugas medis dan 12 orang pasien lainnya juga positif Covid19 serta 3 orang lagi negatif Covid19.

Sehingga total keseluruhan yang terpapar positif Covid19 di Kabupaten Simeulue sebanyak 69 orang dan tiga orang telah meninggal dunia, yang di makamkan di lokasi dan waktu terpisah, termasuk dua di antaranya telah dikebumikan secara normal oleh warga tanpa melalui prosedur protokol kesehatan, sebelum keluarnya hasil swab dari Litbangkes.

Hal ini dijelaskan Ali Muhayatsyah Jubir Satgas Covid19 Kabupaten Simeulue didampingi drg Farhan Dirut RSUD Simeulue, saat konferensi pers, Kamis (17/9).

“Hasil swab yang dikirim ke Litbangkes Aceh pada tanggal 13 September 2020, dari 34 orang pemilik swab, 31 orang positif Covid19 termasuk diantaranya 11 orang petugas kesehatan medis. Sehingga total data secara keseluruhan sebanyak 69 orang positif Covid19,” katanya.

Dari total kasus sebanyak 69 orang terpapar Covid19 itu, diperkirakan akan meningkat, disebabkan masih ada sampel swab lanjutan yang telah dikirim ke Litbangkes Aceh, dan dengan kondisi kasus Covid19 semakin meningkat dan untuk antisipasi kondisi terburuk, pihak Pemerintahan Kabupaten Simeulue langkah-langkah dengan mempersiapkan petugas pemakaman dan pengadaan peti jenazah Covid19.

Terpaparnya Covid19 petugas kesehatan sehingga ditutupnya pelayanan Poliklinik, dijelaskan drg Farhan Dirut RSUD Simeulue.

“Poliklinik RSUD Simeulue untuk sementara ditutup pelayanannya selama dua hari, terhitung sejak hari ini dan akan ditinjau ulang lagi, diperpanjang atau tidak. Dan Alhamdulillah saat ini dokter-dokter spesialis kita, aman tidak terpapar Covid19,” katanya.

Masih menurut Farhan, karena berkurangnya petugas tenaga medis, sehingga pelayanan untuk pasien ada yang digabung, dan ada yang khusus dipisahkan, serta telah meminta bantuan petugas keamanan dari Polisi dan TNI untuk menjaga kompleks RSUD Simeulue, disebabkan banyak keluarga pasien yang membandel dan menghiraukan peringatan maupun teguran, yang datang kerumah sakit lebih dari satu orang.

Selain itu Farhan meminta maaf kepada keluarga dan warga Desa Leubang Hulu, Kecamatan Teupah Barat, serta kepada seluruh warga Kabupaten Simeulue atas adanya kekeliruan informasi, salah seorang pasien positif Covid19 inisial AS, yang awalnya dinyatakan meninggal di rumahnya, dan yang benar meninggal di RSUD Simeulue.

“Saya minta maaf, mungkin ada kesalahan dalam komunikasi dan yang benar almarhum AS meninggal di RSUD Simeulue, pada tanggal 8 September 2020, sebelumnya beliau masuk kerumah sakit melalui pintu UGD, kemudian hasil pemeriksaan dokter kita, selain penyakit bawaan yang dideritanya juga AS ada tanda-tanda gejala dicurigai suspec Covid19, sehingg dipisahkan ke ruang khsusus untuk Rapid Test,” imbuhnya.

Jubir Satgas Covid19 Simeulue, juga meminta masyarakat tidak menganggap remeh dengan wabah virus Covid19, disebabkan saat ini virus tersebut telah terbentuk dan menyebar ?di masyarakat.

“Kami memohon mewakili Pemerintah Kabupaten Simeulue, supaya masyarakat tetap patuh pada prokes dan tidak lagi menganggap remeh virus Covid19, ini sudah nyata dan menyebar dari kita ke kita,” tutupnya. (ahi/rus).