Plt Gubernur Aceh Nova Iriasnyah saat meninjau Jembatan Kilangan Aceh Singkil, Senin lalu.

Laporan : Imran Joni

Perjalanan (road show) Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah selama lima hari berakhir di Aceh Singkil dengan meninjau Jembatan Kilangan yang sedang dibangun pada tahun ini.
Jembatan sepanjang 400 meter ini menghubungkan masyarakat Kuala Baro – Singkil itu nampak sudah siap 80 persen baik lantai maupun tiang penyangga tinggal lagi saat ditinjau Senin, lalu.

Jembatan ini nantinya akan menghubungkan kayu menang, kuala baro lalu masuk ke buloh seuma, trumon terus bakongan Aceh Selatan. Dengan selesainya pembangunan jembatan ini dapat memangkas dua jam perjalanan, tidak lagi melalui Kota Subulussalam.

‘Masyarakat Kuala Baro sangat mendukung program pemerintah Aceh dalam membebaskan jalan dan jembatan agar tidak lagi terisolir dengan naik sampan yang sangat beresiko’, ujar Bupati Aceh Singkil Dul Mursid.

Apa yang menjadi dambaan masyarakat kuala baro hendaknya dapat diwujudkan oleh pemerintah Aceh sekarang tidak lagi menunggu sampai puluhan tahun. Sehingga sudah hampir 75 tahun kemerdekaan RI baru kali inilah ada perhatian dari plt gubernur, kata Mursid.

Anggota DPRA dari Dapil X Teuku Sama Indra mengatakan pembangunan jalan dan jembatan tahun ini untuk wilayahnya meningkat signifikan. Kami semua anggota dewan dari pantai barat selatan sepakat anggaran dinaikkan.

‘Kalau dahulu dananya sangat kecil maka pembangunan pun berdampak tidak bisa maksimal membangun infrastruktur yang ada dan dibutuhkan masyarakat’, ujarnya.

Dengan adanya komunitas anggota dewan barsela di DPRA maka kami bagaikan sebuah ikatan sapu agar tidak lepas namun tetap ada sebuah keputusan yang kuat bagi masyarakat di daerah itu.

“Kalau kita melihat peta seluruh Aceh maka ke depan tidak ada lagi ruas jalan yang terputus. Semua sudah tersambung baik lintas barat – selatan, dari tengah serta menuju arah timur’, ujar Nova.

Nova bercita-cita diakhir tugas pemerintahannya pada 2022 nanti ada beberapa program bersama Irwandi Yusuf sebelumnya dengan nama diantaranya Aceh Carong, Aceh Teuga, Aceh Hebat tuntas dilakukan.

‘Ini cita-cita kità semua sebagai rakyat Aceh untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan’, tutupnya. Amin. (*)