EVAKUASI: Personel Satlantas Polres Aceh Tamiang tengah mengawal proses evakuasi empat kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di jalan lintas Medan-Banda Aceh kawasan perbukitan Seumadam, Aceh Tamiang, Rabu (16/9) malam. IST-RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA) – Empat kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan perbukitan Seumadam, Kabupaten Aceh Tamiang, setelah diselidiki oleh aparat berwenang, dipicu oleh salah satu kendaraan yang mengalami rem blong.

Empat kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun tersebut masing-masing truk tanki muatan CPO BL 8539 FB, truk tronton muatan kelontong BL 8227 DE, Pikap L300 muatan TBS sawit BL 8232 UB dan mobil penumpang (Mopen) Toyota Hiace BL 7329 JH.

Akibat Lakalantas beruntun yang terjadi pada Rabu (16/9) sekitar pukul 18.30 WIB ini, sembilan orang dinyatakan mengalami Luka-luka langsung dilarikan ke RSUD Aceh Tamiang.

“Awal mulanya truk tanki CPO yang dikemudikan Sarilan melaju dari Kualasimpang menuju Medan dengan kecepatan sedang. Saat menuruni bukit Seumadam diduga truk tanki mengalami rem blong, sehingga menabrak belakang Mopen HiAce yang jalan beriringan dikemudikan Dedy Haryanto dengan penumpang sembilan orang,” kata Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kanit Laka, Ipda Nasri Gultom kepada Rakyat Aceh, Kamis (17/9).

Kemudian, sambung Nasri mobil HiAce menabrak mobil Pikap L-300 di depannya dikemudikan Andri Kurniawan. Setelah menabrak, Mopen HiAce hilang kendali melebar ke kanan jalan menabrak lagi truk tronton Fuso milik M Irvan Syahputra yang sedang rusak di parkir di seberang jalan arah ke Aceh. Selain HiAce, pengemudi Pikap L-300 juga lepas kontrol melebar ke kiri jalan menabrak satu unit rumah warga milik Muharto.

“Sementara mobil tanki CPO rem blong itu masih melaju menabrak tiang listrik dan pembatas jembatan hingga jatuh ke jurang dengan posisi terbalik. Barulah mobil tanki itu berhenti,” terangnya.

Menurut Nasri, tidak ada korban jiwa dalam insiden Lakalantas beruntun tersebut. Seluruh penumpang dan awak truk yang mengalami luka-luka sudah dirawat di RSUD Aceh Tamiang. “Korban meninggal dunia nihil, tapi korban luka-luka ada sembilan orang mayoritas adalah penumpang HiAce,” ungkapnya.

Adapun identitas korban luka-luka yakni, Dedy Haryanto 36, (sopir HiAce) warga Desa Lancok Pante Ara, Kecamatan Kuala, Bireun dan M Zeri 22, (kernet) warga Desa Blang Ketumba, Kecamatan Juli, Bireun. Sedangkan penumpang mobil HiAce BL 7329 JH yang juga dirawat masing-masing, Yusuf Pardosi (20) warga Desa Pon Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai, Hariatin (31) warga Desa Suka Damai Timur, Kecamatan Honai, Langkat, Apriana Dewi (45) warga Desa Sampali, Kota Medan, Rumia Desi Natalia (27) warga Pasir Putih Desa Leuge, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, Rio Sanjaya (27) warga Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara Gaharu, Sumut, Reza (22) warga Desa Alur Tani II, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, Dwi Putra Purnama (25) warga Gang Maju Nomor 33 Kota Medan dan Clara (5) warga Desa Sampali, Kota Medan (tidak luka).

Sedangkan pengemudi mobil barang tanki CPO, Sarilan (54) warga Desa Bukit Tempurung, Kota Kualasimpang Aceh Tamiang mengalami luka ringan, sopir L-300 Andri Kurniawan (37) warga Desa Sungai Lipu, Kejuruan Muda, Aceh Tamiang tidak luka, sopir truk Fuso M Irvan Syahputra (29) warga Desa Rimba Sawang, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang tidak luka.

Sementara satu unit rumah semi permanen milik Muharto (42) di Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang ikut rusak dihantam salah satu kendaraan dalam insiden Lakalantas beruntun tersebut. “Kerugian materil ditaksir mencapai Rp 700 juta,” tukas Nasri. (mag86/ra)