Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kebun Sawit

DEDE-HARIAN RAKYAT ACEH TIBA: Jasad Sulendra dievakuasi Satgas SAR Aceh Tamiang saat tiba di ruang jenazah RSUD Aceh Tamiang, Sabtu (19/9) malam.

ACEH TAMIANG (RA)– Seorang pria paruh baya ditemukan warga tergeletak di tanah areal perkebunan kelapa sawit kawasan Blok 50 Afdeling III PT Socfindo di Kampung Perkebunan Medang Ara, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (19/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ditemukan, sosok mayat laki-laki tanpa identitas itu sudah tidak bernyawa dalam kondisi terlungkup, tidak mengenakan baju dan pakai sepatu boots. Tak jauh dari lokasi kejadian sepeda motor milik korban terparkir dengan mesin menyala bermuatan satu karung rumput. Temuan mayat ini sontak membuat geger warga kampung setempat, hingga tim Inafis Satreskrim Polres Aceh Tamiang datang ke lokasi.

“Kami tidak menemukan tanda bekas penganiayaan, diduga kematian pria paruh baya tersebut disebabkan sakit,” tegas Kasat Reskrim Polres Aceh Tamiang AKP Agus Riwayanto saat mengecek ke lokasi kejadian.

Agus menambahkan dugaan ini semakin dikuatkan selain keberadaan sepeda motor korban masih ada ditempat, informasi lain yang diperoleh polisi dari masyarakat menyebutkan, sekitar pukul 11.00 WIB korban terlihat oleh warga sedang potong di areal perkebunan sawit.

“Diduga karena kelelahan dan memiliki sakit bawaan, korban terjatuh hingga meninggal tidak ada yang tahu,” ujarnya.

Saat berada di lokasi, polisi tidak menemukan identitas korban, namun petugas sudah terhubung dengan keluarga korban.

Kapolsek Karang Baru, Iptu Tarmidi mengatakan, belakangan diketahui pria yang meninggal di areal perkebunan sawit itu bernama Sulendra alias Ciwing (48), warga Dusun Inpres, Kampung Tupah, Kecamatan Karang Baru. “Ia bekerja sebagai Security di perusahaan PT Nitra Jaya Mandiri,” ucap Tarmidi.

Sebelumnya, lanjut Kapolsek, pada pukul 10.30 WIB korban pamit dengan istrinya Endang Suriani untuk mencari rumput pakan ternak kambing menggunakan sepeda motor di areal perkebunan PT Socfindo.

Pada pukul 15.00 WIB salah seorang saksi yang melintasi areal perkebunan tersebut melihat korban posisi terlungkup dengan muka membiru. Kemudian saksi memberi tahu warga dan melaporkan kejadian itu kepada datok penghulu (kades) Perkebunan Medang Ara ke Polsek Karang Baru.

“Personel Unit Reskrim Polsek Karang Baru di back up Satreskrim Polres Aceh Tamiang sudah melakukan olah TKP. Terhadap korban tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan atau penganianyaan. Dari keterangan keluarga korban memiliki riwayat penyakit usus buntu,” pungkas Iptu Tarmidi.

Menjelang magrib, jasad korban dievakuasi Satgas SAR ke RSUD Aceh Tamiang untuk dilakukan otopsi. Namun atas permintaan keluarga melalui datok penghulu agar tidak dilakukan otopsi, cukup minta divisum luar saja untuk selanjutnya jasad korban bisa dibawa pulang ke rumah duka. (mag86/ra)