Alokasikan Dana Rp 600 Juta Bangun Ruang Pinere Covid-19

Sekda Lhokseumawe, T.Adnan.

LHOKSEUMAWE (RA) – Pemerintah Kota (Pemko) Lhoseumawe, telah mengalokasikan dana sebesar Rp 600 juta untuk membangun ruang rawat Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) pasien Covid-19. Lokasinya, di eks gedung SMP 1 Arun dalam Komplek Perumahan PT Arun LNG, yang selama ini bangunan itu dimanfaatkan oleh Dayah
Ma’had Ta’limul Quran (Mataqu).

“Dana Rp 600 juta itu untuk membangun 14 ruang rawat PINERE dalam lingkungan Rumah Sakit Arun Lhokseumawe. Termasuk untuk menyiapkan ruang isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di Blang Panyang,”ucap Sekda Lhokseumawe, T.Adnan, dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin.

Ia mengatakan, sumber anggaran Rp 600 juta itu diambil dari bantuan keuangan Pemerintah Aceh kepada Pemko Lhokseumawe. “Kita di Lhokseumawe kan ada dana Rp 15 miliar untuk penanganan Coranavirus Disease 2019 (Covid-19). Jadi dari jumlah dana itu, Rp 600 juta diantaranya akan kita gunakan untuk membangun ruang rawat PINERE dan ruang isolasi OTG,”katanya.

Sekda juga menjelaskan, alokasi anggaran Rp15 miliar itu ditempatkan pada empat Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK). Masing-masing Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM).

Sebutnya, untuk bekas SMP Arun itu merupakan aset milik Pemko Lhokseumawe, yang telah diserahkan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Namun, Pemko Lhokseumawe dalam beberapa tahun lalu telah merencanakan untuk pengembangan Rumah Sakit Arun yang saat ini dibawah kendali Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL).

“Ketika itu bekas SMP Arun belum kita manfaatkan sehingga digunakan oleh Dayah Mataqu. Tapi sekarang sesuai instruksi Gubernur, kita harus siapkan Ruang PINERE Pasien Covid-19 dengan lokasinya di bekas SMP Arun,”jelasnya.

Namun, kini akan dimanfaatkan untuk membangun ruang rawat PINERE. “Kalau ada pasien yang terpapar Covid-19 nantinya akan kita masuk keruang PINERE itu, sehingga tidak boleh lagi ada kontak dengan orang diluar selama menjalani perawatan,”ungkapnya. Begitu juga perawat medis akan disiapkan secara khusus dan disatukan dalam satu rumah atau asrama dalam komplek perumahan tersebut.

Menurut, kalau setelah dibangun ruang rawat PINERE ada bangunan yang tersisa maka bisa dimanfaatkan untuk sementara waktu oleh santri Dayah Mataqu yang belum pindah ke lokasi Alue Lim. Karena bangunan disana belum mampu menampung seluruh santri tersebut. “Kalau misalnya, ruang tidak ada lagi maka kita akan mencari solusi dan untuk duduk dengan LMAN. Apakah nantinya kita minta ruang mess di komplek untuk bisa ditempati santri. Intinya, kita tetap memberikan solusi yang terbaik untuk santri Dayah Mataqu selama belum pindah ke Alue Lim,”ujarnya. (arm/ra)