Suasana dialog antara Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar dengan Rektor IAIN TAkengon terkait tujuh nama tokoh untuk nama gedung kampus, yang akan disematkan.JURNALISA/RAKYAT ACEH

TAKENGON (RA) – Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar, menerima kunjungan Rektor IAIN Takengon Dr Zulkarnain MAg beserta perwakilan civitas akademika ikut memberikan masukan dan pertimbangan penyematan nama tokoh sebagai sebutan yang melekat pada sejumlah gedung IAIN Takengon.

Tampak Hadir dalam acara itu Drs H Djauhar Ali dan Drs H Samarnawan selaku anggota Dewan Penyantun IAIN Takengon, anggota DPRK Aceh Tengah Januar Effendi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Aceh Tengah, Drs H Mursyid MSi serta barisan kepala Opd terkait lainnya.

Bupati Aceh Tengah dirinya mendukung penuh penyematan nama tokoh untuk sebutan gedung IAIN Takengon dan menaruh harapan besar kepada IAIN Takengon sebagai pelopor membangun dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah dalam melahirkan SDM berkualitas untuk membangun daerah ini kedepannya, sesuai dengan apa yang telah dicita-citakan bersama.

“Penamaan gedung tersebut hendaknya mempertimbangkan nama-nama tokoh Gayo dibidang pendidikan, apalagi kehadiran IAIN ini merupakan modal pendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Gayo khususnya dan Aceh pada umumnya,” ujar Bupati.

Kehadiran IAIN Takengon sejalan dengan program yang digagas bupati salah satunya membangun kualitas SDM daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena menurutnya tanpa pendidikan mustahil suatu daerah dapat maju dan berkembang.

“Pendidikan maju maka daerah juga akan maju, harapan kita begitu,” ucapnya.
Tujuh nama tokoh dari Gayo akan diabadikan menjadi nama sejumlah gedung perkuliahan dan kegiatan mahasiswa di lingkungan Kampus IAIN Takengon. Penamaan gedung dan ruangan perkuliahan itu sebagai salah satu sarana edukasi sejarah dan pengenalan tokoh panutan bagi masyarakat, secara lebih luas.

Rektor IAIN Takengon Dr Zulkarnain MAg menyampaikan rencananya pemberian nama ini untuk mengenang jasa-jasa pendahulu yang telah berjasa terhadap berdirinya IAIN Takengon.

“Penamaan gedung ini diharapkan memberikan inspirasi bagi civitas akademika IAIN Takengon, sekaligus dapat meneladani semangat perjuangan yang telah mereka contohkan,” kata Zulkarnain.

Dijelaskannya, dalam proses berdirinya IAIN Takengon semula bernama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Gajah Putih, beberapa tokoh ini memiliki peranan penting, diantaranya Mahmud Ibrahim, Arifin Bantacut dan Muhammad Syarif, merupakan beberapa tokoh yang terlibat langsung dalam rencana pendirian STAI Gajah Putih yang merupakan cikal bakal IAIN Takengon saat ini. (jur/bai)