Tim Satgas Covid19 Kabupaten Simeulue, sedang menegur dan mendata identitas pelanggar protokol kesehatan. Jumat (18/9) lalu. Ahmadi - Harian Rakyat Aceh.

SIMEULUE (RA) – Sedikitnya dalam satu hari, ada 15 orang pelanggar tanpa masker, dapat teguran dan didata oleh tim Satgas Covid19 Kabupaten Simeulue, digelar sejak 17 September 2020.

Hingga saat ini pihak tim Satgas Covid19 Kabupaten Simeulue, menggelar razia masker dari unsur Pol PP WH, TNI, Polri dan Dishub, masih menerapkan sanksi tahap peneguran dan pendataan dan dokumentasi identitas pelanggar protokol kesehatan tanpa masker saat berada di kawasan publik terbuka dan jalan umum.

“Operasi penerapan protokol kesehatan Covid19 sudah kita laksanakan sejak tanggal 17 September 2020, dengan razia di lokasi publik dan jalan umum, dalam satu hari ada 15 pelanggar yang ditegur, didata dan didokumentasi,” kata Muhsin, S.AP, KBO Satpol PP WH Kabupaten Simeulue, kepada Harian Rakyat Aceh, Kamis (24/9).

Masih menurut Muhsin, data pelanggar yang direkap dan didokumentasikan dan dilaporkan langsung kepada Satgas Covid19 dan Pemerintah Daerah oleh Polisi Pamong Praja dan Polisi Wilayathul Hisbah, selaku lembaga yang di tunjuk oleh Pemerintah untuk aksi operasi razia masker penerapan protokol kesehatan Covid19.

“Untuk penerapan sanksi denda Rp 50.000, belum dilaksanakan disebabkan untuk tahap pertama peneguran dan dokumentasi, tahap kedua untuk pelanggar dengan menerapkan sanski sosial, yakni menyanyikan lagu nasional yang digelar langsung ditempat lokasi razia masker penerapan protokol kesehatan Covid19,” jelasnya.

Rata-rata pelanggar protokol kesehatan Covid19 yang tidak gunakan masker, dengan alasan “masker tinggal dirumah dan buru-buru

“Para pelanggar protokol kesehatan itu yang didominasi warga biasa, ASN dan berusia15 tahun keatas, sedangkan anak-anak dinilai lebih patuh dan mengikuti nasehat maupun himbauan tentang bahaya wabah virus Covid19,” ungkapnya.

Penerapatan sanksi denda Rp 50.000 kepada pelanggar belum kita terapkan, saat ini baru penerapat sanksi teguran dan sanksi sosial. Pelanggar di dominasi warga biasa, ASN sedangkan anak-anak berusia 15 tahun kebawah lebih mau dinasehati dan menerima himbauan tentang bahaya Covid19. (ahi/rus).