Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Inayatillah, M.Agl.

Meulaboh – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh terus berupaya untuk memberikan yang terbaik dalam peningkatan kualitas Pendidikan di wilayah Barat Selatan dan Aceh secara umum. Baik dari segi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Meski di tengah situasi pendemi global Covid-19, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh tetap berupaya memberikan layanan secara maksimal kepada masyarakat. Covid-19 secara langsung telah berdampak pada segala bidang, tak terkecuali Pendidikan.

Ketua STAIN Meulaboh Dr. Inayatillah, M.Agl, Jumat (25/9), mengakui imbas yang paling terasa adalah pada sistem perkuliahan dan layanan administrasi. Jika sebelumnya perkuliahan dilakukan secara tatap muka di dalam ruang kelas, sebagai proses transfer pengetahuan dan penanaman nilai-nilai akademis dari dosen kepada mahasiswa, maka saat ini harus dilakukan secara daring (online).

Begitu juga dengan layanan administrasi dan akademik, harus diterapkan secara luring dan daring, serta penerapan protokol kesehatan sebagai bentuk adaptasi di masa kenormalan baru. “Meski dengan segala keterbatasan yang ada, mau tidak mau, semua sistem yang sebelumnya berjalan normal harus disesuaikan dengan pola yang baru,” ucap Inayatillah.

Sejak semester lalu (di awal-awal covid-19 muncul), STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh telah melaksanakan perkuliahan daring. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, perkuliahan daring semester lalu belum berjalan efektif. Hal ini disebabkan, harus dilakukannya perubahan dalam sekejap terhadap sistem perkuliahan yang sudah berjalan.

Namun untuk pedalaman Aceh Barat, sebut Inayatillah, masih terdapat keterbatasan perangkat dan jaringan internet yang dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen juga menjadi kendala. “Ini kendala yang kita hadapi, tolong penyedia jasa layanan jaringan harus terus meluaskan jangkauan sinyalnya,” pintanya.

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, juga mencoba mengambil langkah dengan membangun kerjasama dengan pihak Telkomsel Aceh, agar memberikan pemotongan harga langganan paket internet. Hal itu dilakukan guna memberikan layanan kuota internet gratis bagi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Besaran kuota yang diberikan 8GB selama dua bulan.

Berhubungan dengan Milad penegerian yang ke-6 tahun, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan, yaitu Webinar Moderasi Beragama sekaligus Launching Seuramoe Kajian Moderasi Beragama, bakti sosial berupa santunan kepada 120 anak panti asuhan SOS Children’s Village Meulaboh, bagi-bagi masker kepada masyarakat, mengisi khutbah Jumat di masjid-masjid dalam kawasan Meulaboh, Nagan Raya dan Aceh Jaya, penyemprotan disinfektan di sejumlah masjid di Aceh Barat.

Tahun ini, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menerima 420 mahasiswa dari jalur pendaftaran nasionla SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN. Selebihnya, akan diterima melalui jalur Mandiri yang masih dibuka hingga 5 Oktober 2020.

Berbeda dengan SPAN dan UM PTKIN yang merupakan jalur nasional, Jalur Mandiri dilaksanakan secara lokal di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Tatacara pendaftaran mahasiswa baru jalur mandiri dilakukan secara online. Untuk persyaratan dan pendaftaran, calon mahasiswa dapat mengunjungi laman website jalur mandiri STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Adapun program studi yang tersedia yaitu, pada Jurusan Tarbiyah dan Keguruan: Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Tadris Bahasa Inggris (prodi baru).

Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam: Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Perbankan Syariah, Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana Islam. Sedangkan pada Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam terdapat tiga prodi, yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pengembangan Masyarakat Islam dan Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Semua prodi yang ada di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh telah terakreditasi BAN-PT dengan predikat Baik. Tiga di antaranya, yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam, Hukum Ekonomi Syariah dan Komunikasi dan Penyiaran Islam memperoleh “B”.

Kemudian untuk jadwal Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) dijadwalkan pada 1-2 Oktober 2020, secara daring, dengan tema yang diangkat secara nasional “Urgensi Moderasi Berada di Perguruan Tinggi Islam.”

Sangkaian perkuliahan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021, kemungkinan besar juga akan dilaksanakan secara daring. Termasuk Yudisium dan Wisuda. Hal ini tidak terlepas dari situasi pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat di Indonesia dan Aceh khususnya.

“Keadaan ini bukan menjadi alasan untuk terus melakukan terobosan inovasi agar pengembangan dan kemajuan Lembaga ini. Upaya mempromosikan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, terus di level nasional dan internasional. November 2020 mendatang akan diselenggarakan Konferensi Internasional Tentang Turats dan Teknologi atau International Conference on Turats and Technology (ICTT),” kata Inayatillah.

Diharapkan melalui forum ilmiah Turats untuk menghimpun para ilmuan Islam dunia. Sehingga cita-cita untuk mewujudkan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Islam berbasis Teknologi Bil Turats di Asia Tenggara akan tercapai.(den