Tarbiah, didampingi anaknya Nurul Akmal, di RSU Tgk Abdullah Syafei Beureunuen untuk mendapat perawatan kakinya yang patah diinjak gajah, Minggu (27/9). (Dhian Anna Asmara/rakyat aceh)

SIGLI (RA) – Seorang warga Gampong Teufah Jeulatang, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Tarbiah (56) nyaris tewas diamuk seekor gajah liar di kawasan hutan. Korban, sempat bermohon dan minta ampun agar gajah tersebut tidak membunuhnya.

Peristiwa amukan salah seekor dari kawanan gajah liar itu dibenarkan Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK, MH melalui Kabag Operasi, AKP Iswahyudi SH, Minggu (27/9) kemarin.

Menurut Kabag Ops Polres Pidie, Iswahyudi, peristiwa naas itu dialami Tarbiah disaat pulang dari kebunnya Batee Lhee Gle Amud, Sabtu (26/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Tarbiah, terkejut ketika di depannya ada gajah, ia berusaha untuk menyelamatkan diri, tapi korban terjatuh dan bagian kakinya sempat terinjak gajah,” sebut AKP Iswahyudi
Menurut Iswahyudi, Tarbiah beruntung selamat dari amukan gajah yang mengejarnya, korban hanya mengalami luka dibagian kakinya. “Kini, korban sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Tgk.Abdullah Syafe’i Beureunuen.”

Bermohon dan Gajah pun Menangis
Tarbiah korban saat ditemui di ruang perawatan RSU Tgk Abdullah Syafei’I, menyebutkan, Sabtu (26/9) selepas salat zuhur, bersama anak perempuannya, bernama Nazirah (19) pergi ke kebun sekira jarak 22 kilometer dari rumahnya, atau di pinggir huran.

Sesampai di kebun, ia dan anaknya Nazirah, melihat seekor gajah. “Saya sangat terkejut dan berusaha memutar honda Supra X yang saya kendarai,” tutur Tarbiah yang saat itu didampingi anak perempuannya, Nurul Akmal (22).

Seterusnya, lanjut Tarbiah, ia memaksa anaknya Nazirah melarikan diri. “Saya suruh anak saja agar melarikan diri, biar ibu saja yang menghadapi gajah ini,” tutur Tarbiah.

Lebih lanjut, Tarbiah menuturkan, anak perempuannya Nazirah langsung melarikan diri untuk meminta pertolongan. Korban Tarbiah berusaha menghindari. Binatang mamalia darat tersebut menendang sepeda motor korban.

“Saya terjatuh persis di bawah perut gajah, dan saya pun bermohon kepada gajah tersebut dengan suara keras “Wahai Po Gajah, Pang Ulee Uteun Bek Neupeumate Lon Hana Soe Bie Bu limeun (5) bok aneuk yatim di rumoh’

Menurut Tarbiah, sang gajah itu pun tertunduk dan menjulur belalainya meraup muka dan tubuhnya, serta menitik air mata karena sudah menginjak duluan kaki kanan saya ini.

Tarbiah, seorang janda harus menghidupi lima anaknya, sehingga dirinya harus bekerha keras di kebun peninggalan suaminya. Hingga sore, baru dua anggota DPRK Pidie melihat kondisinya, sedangkan pejabat lain di tingkat kabupaten belum satu pun terlihat. (mag-85/min)