TAPAKTUAN (RA) – Pekerjaan Revitalisasi Drainase Padat Karya di Gampong Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan Itu dikerjakan oleh warga setempat. Pasalnya, proyek saluran dari Program Padat Karya yang bersumber dari APBN itu memberdayakan tenaga kerja setempat dan bukan didatangkan dari luar.

Hal tersebut disampaikan, Dedek Iskandar selaku mandor yang dipercayakan oleh Petugas lapangan dari Pejabat Pembuat Komitmen PPK-2.6 pada Satuan Kerja (Satker) 

Pelaksana Jalan Nasional II Provinsi Aceh pada wartawan, Senin, (28/9/2020).

“Kita menyayangkan pemberitaan di beberapa media online itu yang menyatakan pekerjaan saluran itu memakai orang luar. Padahal, tenaga kerja pembuatan saluran tersebut memakai warga setempat yakni, warga Lubuk Layu, Air Sialang dan Gampong Jelatang,” katanya.

Lebih lanjut, Dedek Iskandar menjelaskan sebelumnya kita sudah pernah memberitahukan kepada Keuchik Gampong Air Berudang kalau ada warga yang mau bekerja di proyek saluran tersebut kami persilahkan.

Karna,Pekerjaan Revitalisasi Drainase Padat Karya yang bersumber dari dana APBN tahun 2020 dengan penggalian riol dengan panjang seluruhnya 830 Meter yang terdiri dari tiga titik di Kabupaten Aceh Selatan yaitu Kecamatan Samadua dan Kecamatan Tapaktuan tenaga kerjanya kita rekrut dari penduduk setempat dan tidak ada memakai orang luar.

“Sedangkan teknis pekerjaan ini dibangun dari dasar hingga baru kembali dan ketika menemukan saluran yang sudah tidak berfungsi lagi serta konstruksi sudah tidak memenuhi teknis sehingga harus di bongkar dan di buat baru,”jelasnya.

Dan kami juga tidak memakai alat berat untuk bekerja, hanya saja digunakan untuk meratakan material di badan Jalan agar cepat rata dikarnakan pekerjaan kita tersebut di Jalan lintas Tapaktuan-Blangpidie supaya tidak menimbulkan kecelakaan. Saluran yang sudah digali dengan manual tadi materialnya kita angkut dan diratakan.

“Terkait Pemberitaan yang mengatakan menggunakan alat berat pada pekerjaan saluran tersebut, saya selaku mandor mengatakan pemberitaan tersebut keliru. Karena untuk galian dari awal sampai hari ini kami tidak pernah menggunakan alat berat melainkan mengerjakan secara manual pakai cangkul dan pacul,”ungkapnya.(Yat).