BIREUEN (RA) – Misteri hilangnya baliho Imam Besar, Habib Rizieq dalam dua hari ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Bireuen. Namun, baliho dengan ukuran besar tersebut telah di pasang kembali dengan utuh di depan SPBU Desa Paya Meuneng, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

Panglima FPI Bireuen, Iskandar saat dihubungi Rakyat Aceh, Rabu (30/9) membenarkan baliho Ulama tersebut hilang beberapa hari lalu.

“Benar, beberapa hari ini baliho Imam Besar Habib Rizieq yang kami pasang didepan SPBU Paya Meuneng hilang dan setelah kita selidiki ternyata pihak Satpol PP Bireuen yang membongkar,” ujar Iskandar yang sering disapa Tuih ini.

Setelah kami lakukan pertemuan dengan pihak Satpol PP dan pihak Kodim, sebut Tuih, Alhamdulillah pihak Satpol PP dibantu Laskar FPI Bireuen, Senin malam (28/9) sekitar pukul 22.00 WIB, memasang kembali baliho Imam Besar Habib Rizieq Syihab tersebut.

Menurut Tuih, mereka tidak tahu alasan Satpol PP Bireuen membongkar baliho Imam besar di kalangan Habaib itu. Bahkan saat pertama kali dipertanyakan kepada pihak Satpol PP Bireuen, mereka tidak mengakui atas pembongkaran tersebut.

“Tidak ada penjelasan apa-apa terkait pembongkaran baliho. Bahkan waktu pertama kami tanya, mereka tidak mengakui perbuatannya,” sebutnya.

Tuih berharap kepada pihak Satpol PP Bireuen agar lebih berhati-hati dalam membongkar baliho, apalagi setiap baliho pasti ada pemilik. Jika itu melanggar aturan, maka koordinasi dulu dengan pihak yang bersangkutan, lakukan musyawarah jangan asal bongkar.

“Semoga dengan kejadian ini, bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar kita selalu berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan terus kedepankan koordinasi serta musyarawah terlebih dahulu disaat mengambil suatu kebijakan,” harap Panglima FPI Bireuen.

Hingga berita ini ditayangkan, media ini masih menunggu tanggapan dari Kepala Satpol PP Bireuen, Chairullah Abed SE. Pesan WhatsApp juga belum ada balasan dari publik figur Bireuen ini. (akh)