Polres Bener Meriah melakukan olah TKP di rumah korban bunuh diri di Kampung Keramat Jaya, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah Rabu (30/9). MASHURI | RAKYAT ACEH

REDELONG (RA) – Diduga Akibat depresi ditinggal istri dan sakit menahun, seorang pria lanjut usia M Dasah (56), ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya, di Kampung Keramat Jaya, Kecamatan Bandar, Bener Meriah, Rabu (30/9).

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya, melalui Kasubag Humas Ipda Irwan AK kepada Rakyat Aceh menyampaikan, korban ditemukan anaknya dalam posisi tergantung, dengan luka di bagian bagian ibu jari kaki sebalah kanan diduga bekas gigitan tikus.

Kasubag Humas menyebutkan, berdasarkan hasil visum et repertum di Pukesmas Bandar, dokter menyimpulkan korban bunuh diri dengan tanda-tanda, lidah terjulur dan digigit dan ditemukan sperma pada kelamin dan celana korban.

Pihaknya menduga, korban mengalami depresi karena sakit menahun dan ditinggal pergi oleh istrinya E (49) lebih kurang 9 hari lalu.

“Sampai saat ini istri korban tidak dapat dihubungi via handphone, karena hondpone non aktif. Keterangan anak korban, tidak terjadi cekcok antara anak maupun kedua orang tuanya tersebut,” jelas Ipda Irwan AK.

Iwan menceritakan, penemuan mayat korban berawal, anak korban S (15) yang tinggal bersamanya, sempat memasakan nasi untuk makan orang tuanya yang kondisinya dalam keadaan kurang sehat.

“Berdasarkan pengakuan anaknya, S langsung meninggakan orang tunya tersebut saat sedang makan di ruang tamu. Dia kemudian menuju bengkel di depan rumahnya untuk mengelas sepeda motor miliknya yang rusak,” ujarnya.

Menurutnya, saat mengelas sepeda motor abang kandungnya SF (31) juga sempat datang ke bengkel tersebut untuk mengasah parang menggunakan gerenda tangan dan langsung pergi ke kebun setelah mengasah.

Ia menambahkan, korban sempat melihat mereka berdua berada di bengkel dan kembali masuk kedalam rumah. “Selang 3 menit kemudian S sempat menawarkan korban untuk minum kopi sebanyak 3 kali namun tidak dijawab” ungkapnya.

Menurutnya sekira pukul 08.00 WIB, S langsung menuju pintu kamar ayahnya yang saat itu dalam kondisi tertutup. ” Setelah pintu kamar dibuka ia melihat kondisi orang tuanya dalam posisi tergantung dan sedikit terduduk diatas bangku kecil terbuat dari papan ( dingklik )” katanya.

Dalam kondisi panic, sebut Iwan Ak, S langsung memanggil-mangil kakaknya SM (24) yang letak rumahnya bersebelahan dengan rumah korban. “Kak lihat bapak tu (mengunakan bahasa Gayo)” teriak S kepada kakaknya.

Mendengar teriakan adiknya, SM langsung bergegas menuju ke kamar ayahnya dan melihat ayahnya tergantung sudah tidak bernyawa. “S juga langsung memangil kakaknya yang lain H (40) dan begitu tiba disana ia langsung berteriak histeris,” sebutnya.

Kepada pihak kepolisian, S juga mengaku langsung memotong tali dengan menggunakan sebuah parang sementara kakanya SM memegangi orang tuanya dan langsung mengangkat dari dalam kamar menuju ruang tamu.

Selajutnya Iwan Ak menyampaikan, sekira pukul 08.15 WIB, Waka Polsek Bandar beserta personil langsung mengamankan TKP dan memasang Police Line di kamar korban. “Saat tiba masyarakat sudah ramai dan personil melihat kondisi TKP juga telah rusak” tegasnya.

Pihaknya juga mengaku langsung mengevakuasi korban ke pukesmas bandar guna dilakukan visum serta mengamankan barang bukti berupa tali tambang sepanjang -+ 140cm serta pisau dapur bergagang kayu yang terjatuh dari pinggang korban.

“Sekira pukul 10.00 wib jenazah korban langsung dikembalikan kerumah duka untuk disemayamkan” jelasnya. (uri/min)