Iptu Hendra Sukmana, Kapolsek Kejuruan Muda.

ACEH TAMIANG (RA) – Tumpahan crud palm oil (CPO) dari muatan truk tangki yang melintas masih terus terjadi di kawasan perbukitan Seumadam, di Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

“Selain longsor, kawasan bukit Seumadam masih rawan kecelakaan akibat sering terjadi tumpahan CPO di jalan,” kata Kapolsek Kejuruan Muda, Iptu Hendra Sukmana yang dijumpai Rakyat Aceh di Kantornya, Rabu (30/9).

Sejauh ini pihak Polsek sudah minta bantu dengan Satlantas Polres Aceh Tamiang agar jika ada kegiatan forum komunikasi, untuk mengundang pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) membahas masalah ceceran CPO tersebut. Hendra mengungkapkan, armada truk tangki CPO yang melintasi Aceh Tamiang berasal dari empat daerah.

“Sejak dari PKS di Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang baik milik PTPN maupun perusahaan swasta, bawa CPO melewati Aceh Tamiang tujuan Pelabuhan Belawan, Sumut,” ujarnya.

Ketika Satlantas sudah menyurati pemilik angkutan, sebut Hendra, maka dari Polsek bisa mengimbau paling tidak mengingatkan seluruh angkutan yang dikontrak PKS dapat memasang kran tangki atau karet penutup yang ketat agar lebih sefty.

“Karena cukup banyak pengendara sudah menjadi korban jatuh tergelincir akibat tumpahan CPO tersebut,” ungkapnya.

Selama ini bila terjadi ceceran CPO di perbukitan Seumadam pihak Polsek terpaksa meminta bantu abu bakaran ketel TBS sawit dari PKS PT Sisirau di wilayah Kejuruan Muda untuk menutupi tumpahan CPO supaya jalan tidak licin.

Abu ketel mirip material pasir ini sudah ditumpuk di pinggir jalan untuk persiapan jikalau ada laporan tumpahan CPO. Bahkan pihak Polsek selalu sedia peralatan skop, cangkul dan senter di mobil paroli untuk mengatasi tumpahan CPO tersebut.

“Memang sudah menjadi pekerjaan rutin kita. Setiap minggu pasti ada laporan CPO tumpah di bukit Seumadam. Mau jam berapa pun kita wajib ke sana (lokasi),” tutur Kapolsek.

Menurut Kapolsek diduga muatan CPO terlalu penuh, sehingga tanpa disadari sopir sering tumpah baik saat melaju di tanjakan maupun turunan bukit. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengendara terutama sepeda motor ketika melintas ceceran CPO belum ditutup.

“Kalau muatan terlalu penuh naik tumpah turun tumpah, itu sudah pasti. Sering ada laporan CPO tumpah sore dengan malam, sehingga rawan kecelakaan di waktu pagi,” katanya.

Dipaparkan, masalah tumpahan CPO ini sudah berlangsung menahun belum ada solusi. Padahal faktor Lakalantas selama ini dikarenakan bekas tumpahan CPO itu. Bisa jadi, tambah Kapolsek kualitas aspal pasti sudah tidak sama lagi dengan kualitas aspal yang tidak pernah terkena minyak CPO, tetap licin walaupun sudah kering.

“Kami sudah berkoordinasi kepada pihak Satlantas dengan menggandeng Dinas Perhubungan dapat menggalang pemilik angkutan truk tanki duduk bersama terkait masalah muatan, karena kalau muatan CPO sering tumpah yang dirugikan perusahaan itu sendiri,” pungkasnya. (mag86/slm)