51 Nelayan Aceh Sudah Jalani Test Swab

Staf Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), saat mengantar kebutuhan pokok ke 51 nelayan yang dipulangkan dari Thailand. (Foto: Humas BPPA)

Jakarta – Sebanyak 51 nelayan Aceh yang baru dipulangkan dari Thailand, sudah menjalani test swab (tes usap) di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2020.

Tes usap yang dilakukan oleh pihak Kementerian Kesehatan, sekitar pukul 08.00 WIB itu, guna memastikan apakah mereka terinfeksi Coronanvirus Disease 2019 (Covid-19). 

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, S.STP, M.Si mengatakan, ke 51 nelayan tersebut untuk sementara di karantina di Wisma Atlet Pademangan, sembari menunggu hasil tes swab. 

“Menurut informasi dari pihak Kementerian Kesehatan yang mengurus mereka di Wisma Atlet tersebut, hasilnya akan keluar sekitar tiga hari. Diperkirakan hari Minggu ini keluar hasilnya,” kata Almuniza. 

Almuniza menambahkan, apabila nanti setelah keluar hasil tes swabnya, apapun hasilnya, mereka harus segera meninggalkan Wisma Atlet Pademangan. 

“Kalau misalkan hasilnya positif akan dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran, yang merupakan tempat isolasi bagi mereka yang sudah terinfeksi Covid-19. Kalau yang negatif bisa dipulangkan segera,” katanya. 

Ia juga mengatakan, selama para nelayan itu menjalani karantina di sana, BPPA melalui Kementerian Kesehatan terus melakukan kontrol terhadap keberadaan mereka. 

“Kita melakukan kontrol setiap hari kepada saudara kita itu, sesuai dengan yang diamanahkan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Jadi kalau mereka perlu bantuan sesuatu bisa langsung menghubungi kita,” katanya. 

Tim BPPA katanya, juga sudah memberikan bantuan keperluan mereka sehari, seperti pakaian, sarung, perlengkapan mandi, hingga minuman mineral. 

“Untuk keperluan makan sehari-sehari mereka selama di Wisma Atlet Pademangan, juga disediakan oleh Kementerian Kesehatan,” kata ujar Almuniza. 

Diketahui ke 51 nelayan yang dipulangkan dari Thailand tiba di Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2020. Mereka dibebaskan setelah mendapat ampunan oleh Raja Thailand Rama X.