91 Warga Masuk ke Hutan Agam, 77 orang hilang, Misterius

Kamang Hilia dan Suayan merupakan daerah perbatasan kedua kabupaten. "Upaya pencarian masih dilakukan saat ini. Cuaca memang sejak kemarin hujan lebat,” katanya. (*/hendraefison/padek)

Harianrakyataceh.com – Lima Puluh Kota Sebanyak 77 warga dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat hingga Minggu (4/10) pagi masih dinyatakan hilang di dalam hutan Kabupaten Agam.

Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian. Sementara 14 orang lainnya yang berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam hutan, sejak diketahui loss contact pada Sabtu (3/10).

Kepala Badan Pelaksana BPBD Agam Muhammad Luthfi mengatakan, pihaknya menerima laporan kehilangan tersebut pada Minggu (4/10.

Rombongan yang hilang tersebut diketahui berangkat masuk hutan pada Sabtu (3/10) pagi. “Warga ini terdiri atas dua rombongan. Mereka dari Nagari Suayan, Lima Puluh Kota. Rombongan pertama 14 orang, dipimpin wali nagarinya. Mereka mencari sumber air di daerah perbatasan dengan Kamang Hilia (Kabupaten Agam). Rombongan kedua, ada 77 orang lagi, dengan tujuan membuka jalur wisata,” kata Luthfi, seperti dikutip dari Padek.

Rombongan pertama yang berjumlah 14 orang sudah ditemukan, setelah diketahui turun di sekitar daerah Simarasok, Kecamatan Baso, Agam. “Kondisi 14 orang ini dilaporkan dalam keadaan baik-baik saja,” kata Luthfi.

Berikut ini nama ke-14 dari 91 orang yang sudah ditemukan, sesuai dengan catatan tertulis yang dibagikan BPBD Agam kepada wartawan.

Mis farizon (Wali Nagari Suayan), Ulul azmi (Kepala Jorong Sabar), Riswandi, Asril, Nasri, Zulfikar, Uco, Desrizal, Arman, Jirin, Jontardi, Baktul (Jorong Suaian Tinggi), Ris (Jorong Suayan Randah), Gusdakamri, Sejak kemarin cuaca di Agam dan sekitarnya, kata Luthfi, memang mendung dan hujan. BPBD Agam dan Basarnas sudah turun untuk melakukan pencarian.

Kamang Hilia dan Suayan merupakan daerah perbatasan kedua kabupaten. “Upaya pencarian masih dilakukan saat ini. Cuaca memang sejak kemarin hujan lebat,” katanya. (*/hendraefison/padek)