Aceh Barat Siasati Pengadaan Alat Swab PCR Secara Darurat

: Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda

Meulaboh – Tercatat mencapai 80 kasus Covid-19 menimpa warga Aceh Barat. Ternyata waktu mencapai sepekan demikian, lamanya hasil swab tes Litbang Banda Aceh terbit, menjadi masalah bagi Forkompinda untuk penerapan protokoler kesehatan terhadap pasien, baik dalam perawatan dan proses kebumikan jenazah yang meninggal.

“Ada beberapa pengalaman yang kita hadapi disini, setelah jenazah dikebumikan baru keluar hasil swab nya. Terakhir segala proses kebumikan tidak menggunakan protokol kesehatan,” ucap Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda, di Meulaboh pada malam penggalangan dana alat Swab PCR Covid-19 untuk Aceh Barat, Sabtu (3/10) malam.

Mengatasi kondisi demikian, Kapolres Aceh Barat ini, mengaku mengajak mayoritas stakeholder di daerah itu, untuk bersama-sama melakukan penggalangan dana untuk membeli alat Swab PCR Covid-1 yang ditafsirkan senilai Rp 1,8 miliar.

“Alhamdulillah malam pertama penggalangan dana, terkumpul uang mencapai setengah miliar. Ini awal yang baik,” jawabnya.

Ia mengaku, bersama gabungan tim panitia lainnya masih terus membuka peluang donasi selama 10 hari kedepan, sehingga bagi sejumlah perusahaan dan saudagar di Aceh Barat yang ingin menyumbang, masih dapat menyalurkan sedikit uangnya demi pengadaan alat Swab PCR Covid-19.

Andrianto menjelaskan, jika pengadaan alat ini berhasil dilakukan, tentu khusus kabupaten Aceh Barat dapat mempersingkat waktu untuk mengetahui seseorang itu, positif atau negatif paparan Covid-19.

“Jika selama ini harus menunggu waktu lama untuk mengetahui seseorang positif atau tidak. Dengan alat yang kita miliki sendiri ini, tentu bakalan sangat singkat, karena dalam waktu 40 menit, kita sudah dapat tahu hasilnya,” ujar Kapolres.

Ia mengharapkan, dengan adanya alat Swab PCR Covid-19, pencegahan dan penanganan kasus corona dapat lebih maksimal, sehingga mampu memutuskan mata rantai penyebaran virus dengan tepat sasaran.(den)