Tiga Belas Dokter RSUD dr Fauziah Mengundurkan Diri

BIREUEN (RA)- Tiga belas dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr fauziah Bireuen mengunduran diri. Dikabarkan, mereka tidak menerima insentif seperti perjanjian. Dari Rp 750.000, dipotong menjadi Rp 450.000 perbulan selama pandemi Covid-19. Hanya bonus 1 botol madu TJ sebagai tambahan, padahal mereka telah bertugas di rumah sakit tersebut sebagai dokter kontrak dari 5 hingga 9 tahun.

”Kami 13 dokter di Rumah sakit Umum dr Fauziah Bireuen telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri sebagai respon atas tidak ada upaya dari manajemen terhadap insentif kontrak yang hanya diberikan sebanyak Rp 450.000 setiap bulan,” ujar seorang dokter yang mengundurkan diri itu kepada awak media, Senin (5/10).

Disebutkan, kita telah berupaya memediasi dengan manajemen pihak RSUD dr Fauziah dalam dua Minggu terakhir. Namun tidak ada respon dan langkah yang ditempuh, hingga kami menyimpulkan pengajuan pengunduran diri serentak bersama 13 dokter ke Kasi Yanmed RSUD.

“Sebelumnya, manajemen membayar insentif sejumlah Rp 750.000, namun sejak pandemi Disease Corona Virus (Covid 19) malah intensif kami terpotong menjadi Rp 450.000 perbulan. Kami telah berupaya sesuai dengan Etika Profesi tuntutan kerja. Namun hingga kini, tetap tidak ada upaya dari pihak manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen,” sebutnya.

Insentif yang dokter tersebut terima diluar kewajaran (UMR), karena tidak sesuai antara resiko kerja yang mereka jalankan. Apalagi selama pandemi Covid 19 ini, mereka telah berkhidmat selama 5 tahun bahkan ada diantaranya yang sudah 9 tahun berstatus tenaga dokter Kontrak.

“Selama menghadapi masa pandemi Covid 19 yang kian merambah Kabupaten Bireuen, hanya 1 botol madu bermerek TJ yang pernah kami dapatkan, itu pun terpublikasi akun resmi facebook RSUD dr fauziah yang seolah-olah terkesan di media bahwa ada bantuan terhadap kami para pekerja medis,” ungkap dokter itu yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Adapun ke 13 dokter yang mengajukan surat permohonan pengunduran diri tersebut yaitu, dr Aisyatun, dr Cut Farah Izzaty, dr Chairunnisa, dr Indri Sulastri, dr Irma Aryani, dr Ismatul Fajri, dr Melly Isruna, dr Miranda, dr Rauzah, dr Tias Sarah Hidayat, dr Ulyana Fazil, dr Ummi Hanik dan dr Ikhsan.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M Kes saat dihubungi Rakyat Aceh via WhatsApp, Selasa (6/10) mengklarifikasi berita pengunduran diri 13 dokter umum kontrak di rumah sakit ‘pelat merah’ itu.

Kata dr Amir, dia sudah mengecek surat pengunduran diri dokter umum kontrak yang diserahkan ke rumah sakit tersebut.

“Tidak ada kejelasan dari surat tersebut secara administrasi, karena surat yang diserahkan tidak ada tanggal dan tidak ada tanda tangan. Sampai saat ini, kami belum mengetahui alasan mereka mengajukan pengunduran diri,” sebutnya.

Disebutkan, ke-13 dokter ini belum hadir untuk mengklarifikasi kebenaran pengunduran diri. Sementara pelayanan RSUD dr Fauziah Bireuen tetap normal.

“Mereka akan ditindaklanjuti jika sudah ada yang datang memenuhi panggilan pihak rumah sakit, dan akan diproses sesuai surat perjanjian kontrak yang sudah mereka tanda tangani pada awal tahun,” ujar dr Amir. (akh)