Ambulan Kecelakaan di Padang Tijie Positif COVID-19, Pasien Hamil 9 Bulan Menghilang

Ambulan RSUD Muyang Kute yang membawa pasien positif COVID-19, mengalami kecelakaan masuk parit di depan Masjid Raudhaturrahman, Kecamatan Padang Tijie, Kabupaten Pidie, Selasa (6/10). (mashuri/rakyat aceh

Quote Direktur RSUD Muyang Kute, dr Sritabahhati
“Apa pun ceritanya, munurut kami keselamatan pasien adalah nomor satu”

REDELONG (RA) – Ambulan yang membawa pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan sedang hamil 9 bulan, kecelakaan tungal di depan Masjid Raudhaturrahman, Kecamatan Padang Tijie, Kabupaten Pidie, Selasa (6/10).

Informasi dihimpun Rakyat Aceh, pasien hendak dirujuk ke RSU Zainal Abidin tersebut langsung dibawa pihak keluarga dan hingga saat ini tidak ada nomor kontak yang bisa dihubungi serta tidak diketahui keberadaanya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute, Bener Meriah, dr Sritabahhati, kepada Rakyat Aceh menyampaikan, pasien ER warga Kecamatan Gajah Putih Bener Meriah sudah terkonfirmasi positif dan sedang hamil hamil 9 bulan.

“Meskipun taksiran tanggal persalinanya sudah sampai, namun belum ada tanda-tanda melahirkan. Berdasarkan protokol penangan pasien hamil terkonfirmasi positif corona, harus dilakukan operasi sehingga harus dirujuk pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang baik yakni RSU Zainoel Abidin di Banda Aceh,” Sritabahati.

Disebutkannya, pasien dirujuk dari RSU Bener Meriah mengunakan ambulan pada pukul 01:00 WIB. Sampai di depan Masjid Raya Raudhaturrahman, mobil mengalami kecelakaan tunggal terperosok ke dalam parit.

Ia merincikan, mobil ambulan tersebut membawa seorang pasien dan satu orang keluarga pasien serta dua petugas kesehatan RSU.

“Kami baru menerima kabar mobil kecelakaan melalui WA Grup pada pukul 05.46 WIB dan langsung melakukan koordinasi dengan Direktur RSU Sigli dan PSC Bener Meriah,” katanya.

“Saat dalam kondisi menunggu pasien dibawa paksa pihak kelurganya padahal pada pukul 06:45 WIB ambulan RSU Sigli sudah sampai di lokasi untuk mengevakuasi. Hingga saat ini kebeberadaan pasien tidak kita ketahui,” ungkapnya.

Disampaikannya juga, pada kecelakaan tersebut seorang tenaga medis mengali mengalami cidera pada tangan, terlihat bengkak, sehingga dilakukan rontgen di rumah sakit Pidie. “tim medis kita saat ini sudah berada mendapatkan perawatan” jelasnya.

“Melalui Kepala Puskemas, kita juga telah mencari keberadaan pasien dan sudah menghubungi pihak kelurga, namun sepertinya nomor Hpnya sengaja dinonaktifkan,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PSC untuk mengkordinasikan seluruh Pukesmas mulai dari Sigli ke Banda Aceh, ada pasien terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga dapat dikondisikan atau arahkan melalui protokol kesehatan.

“Informasi itu sudah kita sebar dengan seluruh dunia kesehatan dan pasien tersebut pasti ketemu jika di bawa ke pasilitas kesehatan termasuk rumah sakit dan klinik” jelasnya.
Sementara dari laporan polisi diperoleh keterangan mobil ambulan RSU Mayang Kutee Benar Meriah tujuan ke RSUZA Banda Aceh, membawa seorang pasien didampingi dua perawat.

Kedua perawat adalah Tuva Yuli (33) dan Dhianti Widya Pristi (29). Tuva Yuli dalam kecelakaan tersebut mengalami patah tangan bagian kiri. Sedangkan, Dhianti Widya Pristi mengalami benjol dibagian kepala.

RSU Bener Meriah Bentuk Tiga Tim
Pada kesempatan itu Sritabahati mengaku sudah membentuk tiga tim guna melacak keberadaan pasien dan megurus ambulan serta mengurus petugas saat ini dirawat di Rumah Sakit Sigli. “Ketiga tim ini sudah bergerak dan diperkirakan sudah sampai di sana, ” sebutnya.

Menurutnya, setelah kecelakaan kondisi dalam keadaan baik namun pihak kelurga mengkin panik dan tidak mau menunggu langsung membawa pasien mengunakan mobil pribadi.

“Hingga saat ini kita tidak mengetahi keberadaanya dan kita juga sudah menghubingi RSU Zainal Abidin namun belum ada lapora pasien tersebut masuk kesana” ungkapnya.

Dia juga mengimbau, jika masyarakat berjumpa dan melihat pasien tersebut untuk dapat memberitahukan kepada unit kesehatan terdekat. “Apa pun ceritanya, munurut kami keselamatan pasien adalah nomor satu,” pungkasnya. (uri/mag-85/min)