Konsolidasi Akbar Gagal Puluhan Mahasiswa Gelar Rapat Ditengah Gelap

Rapat Konsolidasi Akbar dilakukan puluhan mahasiswa dan OKP dalam kegelapan di ruang sanggar seni SKB Karang Baru pascabubar dari Gedung DPRK Aceh Tamiang, Rabu (7/10) malam. DEDE/RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA)-Puluhan demonstran dari unsur mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) gagal duduki Gedung DPRK Aceh Tamiang. Informasinya massa akan menggelar Konsolidasi Akbar pada Rabu (7/10) malam menolak UU Cipta Kerja, namun tidak mendapat izin dari kepolisian setempat.

“Massa sekitar 100 orang sudah sempat datang ke kantor dewan, tapi enggak tau kenapa konsentrasi mereka terpecah mereka terus bubuar,” kata salah satu personel Satpol PP di halaman gedung DPRK.

“Mungkin karena malam-malam, cuaca pun hujan jadi enggak ada anggota dewan yang datang, massa terus bubar gitu aja,” kata sejumlah petugas lain yang telah menunggu lama kedatangan massa tersebut.

Dermawan (26) yang ikut dalam gabungan massa tersebut menuturkan, sebagian massa tidak bubar, mereka menggelar rapat di sanggar seni pentas SKB Karang Baru. Dia juga menegaskan gabungan mahasiswa ini tidak bermaksud demonstrasi, namun hannya melakukan Konsolidasi Akbar menyoroti disahkannya UU Umnibus Law yang dianggap pro kapitalis dan menindas buruh/pekerja.

“Kami disini rapat dan diskusi merencanakan pergerakan konsolidasi,” katanya.

Dari pantauan, puluhan sepeda motor memenuhi ruas jalan masuk Kompleks SKB. Massa duduk di lantai ditempat gelap dengan menyalakan lilin sambil berdiskusi. Aksi gelap-gelapan orang banyak ini pun menyedot perhatian polisi. Ketika rapat pemuda tengah berlangsung tiba-tiba masuk satu unit mobil patroli Sat Sabhara Polres Aceh Tamiang. Kemudian sekitar lima personel polisi bersenjata lengkap turun dan menghampiri sejumlah orang yang ada di jalan.

“Kita kemari hanya memantau pergerakan massa, tidak ingin bubarkan,” celetuk salah satu personel Sat Sabhara dengan seragam PDL bersenjata laras panjang.

Sekitar pukul 22.30 WIB rapat usai. Kemudian massa bergerak ke Kantor DPRK dengan iring-iringan sepeda motor. Di kantor wakil rakyat itu mereka tidak menggelar aksi apapun. Massa hanya memanfaatkan momen dengan foto bersama di pelataran gedung dewan.

Semantara itu Aliansi buruh/pekerja di Aceh Tamiang, Kamis (8/10) beraudiensi ke DPRK. Delegasi buruh terdiri atas Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) dan Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SPPP) ini diterima dua pimpinan kolektif dewan, Fadlon dan M Nur, di ruang Wakil Ketua I DPRK Atam. Dalam pertemuan itu mereka minta anggota dewan memfasilitasi mereka untuk dipertemukan dengan Disnakertrans dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kami akan mengagendakan perwakilan buruh ini bertemu dengan Komisi IV dengan menghadirkan pihak Disnaker, Senin (12/10) nanti. Kalau bisa persoalan ini kita selesaikan, tidak perlu demo turun ke jalan, karena kami siap menampung semua aspirasi kawan-kawan buruh,” ungkap Fadlon. (mag86)