Aksi di Gedung DPRK Bireuen Sempat Ricuh, Korlap Kecam Keras Aparat Penendang Mahasiswa

BIREUEN (RA) – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bireuen ke-21, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bireuen (AMB) kembali menyerbu Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Senin (12/10).

Kedatangan mereka dalam aksi jilid ke-II ini untuk menolak dan menuntut agar Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI beberapa hari lalu segera dicabut.

Amatan media, para pendemo sempat membakar ban bekas dan keranda yang ditempel foto Puan Maharani. Mereka menilai Puan sudah mati dan perlu dibakar.

Aksi ini juga sempat ricuh antara para pendemo dengan aparat kepolisian. Saat itu, pendemo ingin mendobrak pintu gerbang Gedung DPRK Bireuen, namun dilarang aparat polisi.

Para pendemo di barisan belakang saling melempar botol air mineral ke arah polisi. Beruntung, aksi itu tidak lama dan bisa diredam pihak kepolisian serta mahasiswa yang mengikuti demo.

Demonstrasi yang digelar ribuan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi lingkungan Kabupaten Bireuen ini berakhir dengan kesepakatan penandatanganan petisi oleh Ketua DPRK dan Bupati Bireuen di tengah kerumunan massa.

Namun, mereka merasa kecewa dengan tindakan aparat yang menendang beberapa mahasiswa saat terjadinya kericuhan.

Setelah aksi berlangsung, Koordinator Lapangan (Korlap), Yogaswara kepada Rakyat Aceh menyebutkan, hasil pertemuan dengan Ketua DPRK Bireuen sudah ada keputusan yang konkret, mereka bersedia menandatangani petisi yang diajukan mahasiswa.

Yogas mengatakan, sangat disayangkan saat aparat gagal mengayomi mahasiswa dengan baik. Katanya mereka membantu para pendemo dalam menyuarakan aspirasi rakyat, tapi mereka sendiri yang melalukan kekerasan terhadap mahasiswa aksi.

“Sangat tahayul jika polisi berkata kami merupakan bagian dari mahasiswa dan siap mengamankan massa selama aksi, namun kejadian dilapangan berbanding terbalik. Kami akan mengusut tuntas masalah ini dan mengecam atas tindakan dari pihak kepolisian yang melukai kawan-kawan mahasiswa,” ujar Korlap Aksi.

Terkait hal ini, media Rakyat Aceh belum melakukan konfirmasi kepada pihak Polres Bireuen. (akh)