Dewan Tinjau Bangunan Salahi IMB di Dusun Teratai

Kepala Desa Lamtemen Timur, Tarwin Spandi dan Kepala Dusun Teratai, Gampong Lamteumen Timur, Riazil, saat mendampingi Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, meninjau bangunan yang menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dusun Teratai, Desa Lamtemen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Senin (12/10). FOTO IST

BANDA ACEH (RA) – Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar meninjau dua unit bangunan yang menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dusun Teratai, Desa Lamtemen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Senin (12/10).

Bangunan ini pada tahun 2019 sudah diperintah bongkar oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, namun hingga kini bangunan lima lantai serta satu rumah hampir roboh tersebut tak kunjung dieksekusi.

Dalam kunjungan tersebut, ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar turut didampingi Ketua Komisi I dan Komisi III, Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, dan Kadis PUPR Kota Banda Aceh.

Kepala Desa Lamtemen Timur, Tarwin Spandi menyebutkan, bangunan yang menyalahi IMB dan satu unit rumah yang hampir roboh tersebut berada di Jalan Baburahman, Dusun Teratai.

Dijelaskan, bangunan yang sebelumnya hanya mengantongi izin dengan tinggi tiga lantai dari Pemerintah Kota Banda Aceh, namun pemilik nekat membangun hingga lima lantai, kondisi itu dinilai warga sangat membahayakan keselamatan jiwa, mengingat Provinsi Aceh salah satu daerah berpotensi gempa .

Tarwin menyebutkan dalam proses negosiasi antara warga dengan pemilik, pihaknya sempat ditawarkan uang senilai Rp 100 juta rupiah untuk tidak mempermasalahkan bangunan tersebut. Namun pihaknya menolak.

Sementara itu, Kepala Dusun Teratai, Gampong Lamteumen Timur, Riazil, mempertanyakan komitmen Wali Kota Banda Aceh yang sebelumnya memerintahkan bongkar bangunan yang menyalahi izin. Namun, di sisi lain, dinas terkait meminta ditinjau kembali. “Pertanyaan kami, apa instruksi pak Wali Kota tidak berlaku dan diabaikan begitu saja. Kami minta keseriusannya, jangan sampai menimbulkan kebingungan di masyarakat kami khususnya,” tegas Riazil.

Persoalannya, masalah ini sudah berlarut-larut. Sehingga berbagai dugaan dan kecurigaan pun muncul, ada apa dibalik itu semua. “Apa tanda tangan pak Wali tidak berlaku bagi dinas terkait. Atau jangan-jangan ada sesuatu dibaliknya? Untuk diketahui warga kami sudah ngak tahan lagi dengan kondisi ini,” terang Kadus Dusun Teratai ini.

Ia pun menerangkan warga berencana ingin menggelar aksi demo besar-besaran terkait hal itu. Namun, hal itu masih ditahan oleh perangkat gampong. “Tidak tertutup kemungkinan kalau masalah ini kureng direspon akan ada pengerahan massa Gampong Lamteumen Timur untuk menggelar demo kalau masalah ini tidak dituntaskan,” pungkas Riazil.

Menanggapi keluhan warga, Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar menyatakan , setelah melihat langsung kelapangan, pihak nya akan segera menyurati eksekutif agar bangunan yang dipermasalahkan warga untuk bisa secepatnya dieksekusi.

Apalagi lokasi rumah yang hampir roboh itu juga kerap digunakan sebagai tempat menyimpan barang curian dan serta lokasi transaksi narkoba. Bahkan menurut warga, sejumlah anak anak di dusun tersebut juga sering memanfaatkan badan jalan di sekitar bangunan tersebut untuk bermain tanpa pengawasan dari orang tua. (slm/rus)