Kantor Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah Ditutup

Salah satu ruangan Sekdakan Aceh Tengah disterilkan petugas Satgas Covid-19 untuk mengantisipasi penyebaran, Senin (12/10). (jurnalisa/rakyat aceh)

Pejabat dan ASN Terpapar COVID-19
TAKENGON (RA)– Dua kantor pemerintahan di wilayah tengah Aceh, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, harus ditutup karena beberapa pejabat dan aparatur positif terjangkit virus corona.

“Kontor Bupati Aceh Tengah ditutup selama tiga hari, mulai hari ini 12 Oktober hingga 14 Oktober 2020,” kata Kabag Humas dan Ptotokoler Setdakab setempat, Salman Nuri, (12/10).

Salman Nuri menerangkan, MN (31) staf di bagian lingkungan sekdakab terpapar corona beberapa hari lalu. MN adalah warga Kecamatan Kebayakan.

Saat ini menurut Salman Nuri tengah dilakukan sterilisasi terhadap semua ruangan di Sekdakab. Sterilisasi dengan proses penyemprotan disinfektan diseluruh ruangan. “Namun alat komunikasi tetap harus diaktifkan,” kata Salman.

Ia menambahkan MN telah menjalani tes usap atau swab beberapa waktu lalu, dan hasilnya diterima pada Minggu 11 Oktober 2020 malam.

“Hasilnya tadi malam baru diterima. Begitu tau hasilnya positif, langsung dilakukan koordinasi dengan pihak terkait, menyangkut penutupan proses pemerintahan di lingkungan Setdakab Aceh Tengah,” tutup Salman Nuri berharap wabah itu segera berlalu.

Jumlah positif Corona di Kabupaten Aceh Tengah hingga saat ini berjumlah 108 orang, dengan rincian 68 orang dirawat, 40 sembuh dan 5 meninggal dunia.

Kantor Bupati Bener Meriah juga harus ditutup sementara selama dua hari pasca Asisten II dan III Setdakab Bener Meriah terkonfirmasi positif COVID-19.

“Penutupan sementara kantor pemerintahan tersebut hanya tiga hari yakni untuk melakukan sterilisasi,” tukas Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi kepada Rakyat Aceh melalui pesan di media sosial, WhatsApp.

Sementara Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga menambahlan, selama 3 hari kedepan pelayanan diliburkan kecuali yang bersifat mendesak guna mencegah penularan yang lebih luas.

“Saat ini kantor bupati dan sekretariat daerah diliburkan dulu, mulai 11 s/d 13 Oktober 2020. Ini merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran corona, sembari diadakan penyemprotan disinfektan,”ungkap Haili Yoga.

Dikatakan, pejabat yang saat ini terkonfirmasi positif Covid-19 sudah menjalani isolasi mandiri, dan berharap segera diberikan kesembuhan. (jur/uri/min)