4 Rumah Warga Terancam Hanyut Datok Minta Percepat Pembangunan Sheet Pile

Camat Rantau, Iman Suhery bersama Datok Suyono meninju bangunan rumah warga yang retak dan tanah ambles akibat abrasi sungai di Dusun Melati, Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau, Atam, Senin (12/10).IST/RAKYAT ACEH

ACEH TAMIANG (RA) – Empat unit rumah di Dusun Melati, Kampung Benua Raja, Kecamatan Rantau, terancam hanyut imbas dari abrasi sungai Aceh Tamiang.

Tahun ini, perangkat kampung setempat sudah mengusulkan lanjutan pembangunan sheet pile sepanjang 150 meter ke Pemerintah Aceh agar dampak abrasi sungai tidak semakin meluas.

“Kita ada mengusulkan pembangunan sheet pile untuk pelaksanaan di tahun 2021 menyambung pembangunan sheet pile tahun 2019 yang belum sampai ke bawah,” kata datok penghulu (kades) Kampung Benua Raja, Suyono kepada Rakyat Aceh, Selasa (13/10), setelah meninjau satu rumah warganya Jamaludin yang retak akibat abrasi bersama Camat Rantau, Iman Suhery.

Menurut Datok Suyono, lanjutan proyek sheet pile sudah diukur oleh tim teknis akan dibangun sepanjang 120 meter menyambung proyek sheet pile tahun 2019 sepanjang 125 meter. “Saya minta dalam usulan dapat dibuat sheet pile sepanjang 150 meter, kamudian yang disetujui hanya 120 meter,” terangnya.

Selanjutnya datok penghulu akan menghadap camat dan bekerjasama dengan pihak terkait untuk mempercepat proyek sheet pile tersebut karena ini proyek jemputan dari provinsi.
Suyono menyatakan, bilamana sheet pile tidak dibangun maka ada tiga rumah lainnya bakal amblas. Tapi yang paling rawan dekat dengan aliran sungai yaitu rumah Jamaludin.

Namun dia yakin usulan sheet pile ke provinsi akan terealisasi karena proyek ini khusus penanganan masalah sungai yang berpotensi abrasi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Aceh Tamiang dari hulu hingga hilir.

“Kalau sheet pile tidak segera dibangun empat rumah itu akan hanyut ke sungai. Apalagi saat ini cuaca ekstrim, air sungai sering meluap,” imbuh Suyono.

Sementara terhadap rumah Jamaludin yang mengalami kerusakan retak dan amblas akan dibangun menggunakan alokasi dana desa (ADD) TA 2021. Dipaparkan, posisi rumah Jamaludin tempat di belokan aliran sungai sehingga setiap saat menjadi hantaman arus.

Baca Juga...  Airlangga dampingi Jokowi melepas peluncuran Ekspor SGA di KEK Galang Batang 

Padahal menurut aturan 20 meter dari DAS baru boleh membangun. Rencana pembangunan sheet pile sepanjang 120 meter itu juga akan mengenai tanah dan rumahnya.

“Jadi nanti waktu pengerjaan kami minta yang punya rumah harus bersedia bila tanah dan bangunannya kena dampak pembangunan sheet pile dengan gantinya desa membantu membangun rumah warga. Korban (Jamaludin) sudah bersedia, nanti kita buat surat berita acara,” ujarnya.

Plt Camat Rantau, Iman Suhery sangat mengapresiasi kebijakan datok penghulu Benua Raja cukup responsif terhadap warganya. Pasalnya pihak kampung akan membantu sewah rumah sementara selama 6 bulan, kemudian menganggarkan dana desa tahun 2021 buat rumah sehat sederhana untuk korban, karena ini dianggap musibah.

Pemilik rumah Jamaludin juga sudah sepakat apabila pemerintah membangun sheet pile Jamaludin tidak keberatan dan tidak minta ganti rugi.

“Setelah bersepakat antara perangkat kampung dan korban, maka rumah Jamaludin akan kita kosongkan untuk mengantisipasi timbul korban apabila longsor,” sebut camat.

Sebelumnya, pada (10/10) warga Benua Raja digegerkan dengan kejadian tanah bergerak atau bergeser di Kampung Benua Raja, Rantau. Peristiwa itu menimpa tiga rumah warga yakni, Jamaludin (52), Hendri Irawadi (48) dan Herwin (39).

Sebelum kejadian Jamaludin sempat mendengar suara gemuruh di sekitaran belakang rumah yang kebetulan berada di pinggir sungai besar Aceh Tamiang. Setelah itu dia pergi ke belakang rumahnya melihat tanah ambles, fondasi rumah retak dan bergeser. (mag86/ra)